aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

View : 4000 kali


Catatan Refleksi
17 September 2011
MEMAHAMI ARTI IBADAH
Pdt. A. Letlora

Ibadah - worship adalah memberi penghormatan kepada Allah sebagai Pencipta, Penyelamat dan Pengudus. Sebagai Pencipta maka karya - Nya senantiasa berlangsung hingga sekarang dan masa depan. Tanpa ragu sedikitpun Yesus mengemukakan hal tersebut dengan " Bapa-Ku bekerja sampai sekarang maka Akupun berkerja juga - Yoh 5 : 17 .

Melalui karya penciptaan tersebut maka sebenarnya Ia terus bekerja untuk mendatangkan damai sejahtera kepada segala mahluk. Ketika ibadah diposisikan dalam konteks demikian maka ibadah bukanlah sesuatu yang bersifat ritual semata. Sebab ibadah sebagai tanggapan manusia atas karya Allah adalah ibadah yang kemudian menemukan bentuknya yang utama dalam perjumpaan manusia dengan seluruh ciptaan Allah. Disni ibadah tidak lagi disekat-sekat dengan tembok dan waktu tetapi menjadi ibadah yang hidup ketika diletakkan dalam kerja sebagaimana dimaksud oleh Yesus - Yoh. 4 : 21 - 24 .

Ibadah bukanlah peristiwa yang hanya dipengaruhi oleh intelektualitas saja tetapi ibadah yang mempengaruhi hati. Ibadah yang hanya bersifat intelektualitas akan memandang ibadah sebagai persitiwa sosial dan bukan peristiwa spiritual. Jadi keluar dari tempat ibadah korupsi tetap terjadi, berzinah tetap terjadi , selingkuh semakin menjadi. Kalau ibadah sedemian dangkal pemahamannya maka ibadah lalu dihayati sebagai bentuk kalkulasi kebajikan yang dilakukan dengan arogansi farisisme. Ibadah pada tataran demikian akan menjadi ibadah yang mentah dan tidak membawa rahmat. Jika ibadah dan Penciptaan ditempatkan sejajar maka ibadah menjadi persembahan khusus yang bermuara kepada menjadikan kehidupan sehari-hari sebagai kurban yang hidup - Rom. 12 : 1. Artinya kehidupan sehari-hari yang melahirkan kebajikan dan bermuara pada semua kehidupan yang dijalani. Ibadah lalu mewujudkan kepedulian kepada istri dan anak-anak.

Sungguh ironis ketika seseorang yang rajin beribadah justru rajin meremehkan istri melalui perilaku sehari-hari. Demikian sebaliknya , sungguh ironis ketika seorang yang rajin beribadah dan merendahkan suaminya. Ibadah melahirkan perilaku yang terhormat justru karena menghayati bahwa Allah adalam karya-Nya, melahirkan tindakan-tindakan yang terhormat. Ibadah lalu menjadi sarana menjaga kehormatan keluarga yang diwujudkan dengan karya nyata. Gagasan ibadah yang identik dengan dengan Penciptaan adalah gagasan yang juga dikumandangkan oleh Matthew Henry bahwa rumah kita harus menjadi gereja ( Matthew Henry, 2008, 30 ).

Melalui pemikiran yang demikian maka rasanya cukup aneh ketika ibadah diposisikan independen dan tidak berelasi dengan semua lini kehidupan. Maka dalam kaitannya dengan para klerus yang tidak dapat berjumpa denga semua warga jemaat diperlukan "breviarium" yakni bentuk singkat ibadah yang mengumandangkan madah kesungguhan hati dalam perjumpaan dengan pribadi-pribadi yang paling intens bertemu yakni anggota keluarga. bertolak dari gagasan demikian maka ibadah merupakan akumulasi dari semua getar dalam jiwa yang terpesona dan takjub pada karya penciptaan Allah.

Christian worship happens when we bow down to God, whether in church or alone - in our cars or in the shower. If our desire is to please the heart of God, it is worship, no matter where the location or how many are involved. Pada posisi yang demikian maka ibadah menjadi tindakan yang hidup dan secara ritmis berlangsung dengan tertib. Penciptaan adalah tindakan Allah yang berlangsung secara tertib sehingga Ia menghendaki setiap orang percaya beribadah dengan motivasi tunggal yang menghadirkan ciptaan Allah yang tertib. ( bersambung )


Pdt. Alexius Letlora D.Th





Arsip Catatan Refleksi:

Rabu, 22 April 2020
NYANYIAN MUSA NYANYIAN KEHIDUPAN

Rabu, 13 Nopember 2019
HIDUP SEBAGAI TANDA KESAKSIAN

Selasa, 29 Oktober 2019
TOLSTOY DAN GPIB TENTANG CINTA (Renungan HUT GPIB Ke-71 31Okt 1948 - 31 Okt 2019)

Jumat, 06 September 2019
WARISAN UNTUK ANAK-ANAK KITA

Minggu, 23 Juni 2019
KELUARGA YANG BIJAKSANA

Sabtu, 05 Januari 2019
WAKTUNYA TAMPIL DI MUKA UMUM

Minggu, 06 Januari 2019
MILIKILAH IMAN SEKALIPUN TIDAK MELIHAT

Senin, 24 Desember 2018
NATAL MEMANG MAHAL

Rabu, 12 Desember 2018
TINDAKAN NYATA DAN BENAR

Rabu, 12 Desember 2018
HATI-KU AKAN BAIK KEMBALI

Arsip Catatan Refleksi..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th
Saya adalah Pendeta di Jemaat FILADELFIA, Bintaro. Melayani selama 30 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 26 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.
MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN
SEPATU YANG BERLUBANG
TUJUAN KETERPILIHAN MANUSIA
`SUAMI-ISTRI YANG DIKAGUMI DAN DICINTAI`


Sub Kategori Catatan Refleksi:
Last Searches:

Kategori Utama: Artikel (45), Catatan Refleksi (78), Download Materi (2), Khotbah (181), Photo Keluarga (34)