aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

View : 9831 kali


Catatan Refleksi
Rabu, 23 Nopember 2016
Filipi 3:17-21
KETELADANAN PAULUS
Pdt. Alexius Letlora

KETELADANAN PAULUS
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus Kasihi

Dalam surat Filipi pada bagian bacaan saat ini dikemukakan oleh Paulus suatu ajakan untuk mengikuti keteladanan Paulus dan mereka yang telah meneladani Paulus (ayat 17). Ajakan Paulus ini tentu memiliki dasar yang kuat dan kokoh, sebab ia berani menunjuk kepada diri sendiri untuk menjadi teladan. Pertanyaannya ialah apakah Paulus sudah sempurna untuk diteladani. Pada ayat 12 "...... atau telah sempurna", menunjukkan bahwa Paulus mengakui bahwa dirinya tidak sempura. Lalu hal apakah yang hendak diteladani dari Paulus?

Pernyataan Paulus didasarkan pada kenyataan yang penting yaitu bahwa ia telah ditangkap oleh Yesus (ayat 13). Hal ini memperlihatkan iman Paulus kepada Yesus yang demikian kuat. Yesus menangkap Paulus atau Paulus ditangkap oleh Yesus mengindikasikan bahwa diri Paulus yang tidak sempurna namun mengalami perubahan dalam perjumpaan dan imannya kepada Yesus. Pengakuan iman Paulus sebagaimana dinyatakan pada ayat 20-21 menunjukkan bahwa Paulus tidaklah sama dengan mereka yang hidup sebagai seteru salib Kristus. Mereka ini hanya kelihatannya melayani tetapi mereka tidak percaya pada salib Kristus. Artinya pelayanan mereka hanya berorientasi pada kesenangan diri sendiri sehingga merendahkan salib Kristus. Pelayanan mereka hanya tertuju pada perut yakni kesenangan diri sendiri dan selalu merasa tidak cukup untuk bersyukur. Aib mereka adalah kemuliaan mereka, meunjukkan bahwa antara pelayanan mereka dan hidup mereka tidak pararel. Bicaranya tentang Tuhan tetapi perilakunya hantu, bicaranya tentang kasih tetapi hidup dalam kebencian dan kecemburuan yang bermuara pada hilangnya rasa syukur.

Sahabat-sahabat terkasih,
Jika demiakian keadaannya apakah yang patut diteladani dari Paulus? Paulus menunjukkan bahwa:

1. Hidupnya untuk Yesus Kristus. Paulus tidak sempurna namun dalam ketidaksempurnaan itu Paulus tetap meyakini bahwa Yesus sudah menangkapnya. Maka hidup Paulus adalah hidup untuk-Nya sehingga sekalipun berada dalam penjara, Paulus tetap percaya kepada-Nya bahkan menyatakan bahwa segala perkara dapat kutanggung didalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku (Fil.4:13). Mempercayakan diri pada Yesus dalam segala keadaan merupakan keteladanan Paulus yang menempatkan Yesus sebagai teladan hidupnya.
Maka sebagai murid Yesus dewasa ini keteladanan Paulus merupakan sebuah ajakan untuk tetap percaya kepada Yesus dalam keadaan apapun. Memahami bahwa diri kita sempurna dan karena itu dalam kerendahan hati mengakui karya Allah kepada kita. Menjadi murid Yesus adalah mempercayakan diri kepada-Nya.

2. Paulus menjadi "trendsetter". Mereka yang meneladaniku (ayat 17b) menunjukkan bahwa Paulus dalam hidupnya menghasilkan karya yang bermakna bagi sesama. Paulus hadir dan menjadi berkat bagi sesama sehingga mereka yang melihat Paulus dan dapat merasakan karya Tuhan melalui Paulus. Kesaksian Paulus memengaruhi banyak orang untuk juga menjadi teladan bagi sesama. Hal ini menunjukkan bahwa Paulus menjadi seorang yang membentuk kecenderungan yang artinya mampu memberi pengaruh positif bagi orang lain.
Maka sebagai murid Yesus saat ini kita diundang untuk membawa pengaruh yang baik bagi sesama. Menghadirkan pengaruh positif artinya memahami bahwa diri sendiri dipengaruhi oleh kuasa salib Kristus sehingga tidak menjadi seteru salib Kristus. Membawa pengaruh positif itulah keteladanan yang memungkinkan orang lain mengalami kekuatan dalam menjalani kehidupan.

sahabat-sahabat terkasih

Dewasa ini kita hidup dengan atmosfir pengaruh negatif yang demikian kuat melalu berbagai aspek. Moralitas yang buruk, kerohanian yang tidak mengalami pertumbuhan, kehidupan yang penuh dengan pikiran yang jahat, senang melihat orang lain menderita dsb. Semua hal buruk itu hendaknya tidak mengalihkan pandangan kita dari salib Kritus agar kita semua tetap menjadi berkat bagi sesama. Menjadi "trendsetter" yang positif bagi sesama. Pergumulan dan tantangan memang kita jumpai namun dalam keyakinan kepada-Nya kita dapat berkata "segala perkara dapat kutanggung didalam Dia yang memberi keuatan kepadaku".
Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya keteladanan kita tidak pernah sia-sia. Amin


Pdt. Alexius Letlora D.Th





Arsip Catatan Refleksi:

Rabu, 13 Nopember 2019
HIDUP SEBAGAI TANDA KESAKSIAN

Selasa, 29 Oktober 2019
TOLSTOY DAN GPIB TENTANG CINTA (Renungan HUT GPIB Ke-71 31Okt 1948 - 31 Okt 2019)

Jumat, 06 September 2019
WARISAN UNTUK ANAK-ANAK KITA

Minggu, 23 Juni 2019
KELUARGA YANG BIJAKSANA

Sabtu, 05 Januari 2019
WAKTUNYA TAMPIL DI MUKA UMUM

Minggu, 06 Januari 2019
MILIKILAH IMAN SEKALIPUN TIDAK MELIHAT

Senin, 24 Desember 2018
NATAL MEMANG MAHAL

Rabu, 12 Desember 2018
TINDAKAN NYATA DAN BENAR

Rabu, 12 Desember 2018
HATI-KU AKAN BAIK KEMBALI

Jumat, 10 Nopember 2017
DUNIA PASCA FAKTA DAN DELUSI MASA KINI (Refleksi Hari Pahlawan Nasional)

Arsip Catatan Refleksi..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th
Saya adalah Pendeta di Jemaat FILADELFIA, Bintaro. Melayani selama 30 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 26 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.
MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN
SEPATU YANG BERLUBANG
TUJUAN KETERPILIHAN MANUSIA
`SUAMI-ISTRI YANG DIKAGUMI DAN DICINTAI`


Sub Kategori Catatan Refleksi:
Last Searches:

Kategori Utama: Artikel (44), Catatan Refleksi (77), Download Materi (2), Khotbah (178), Photo Keluarga (34)