aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

View : 388 kali


Catatan Refleksi
Rabu, 12 Desember 2018
Yeheskiel 36: 1-21
HATI-KU AKAN BAIK KEMBALI
Pdt. Alex Letlora

HATI-KU AKAN BAIK KEMBALI
Pemulihan yang dilakukan oleh Allah terhadap umat adalah pemulihan yang berkaitan erat dengan nilai kemanusiaan. Artinya sekalipun umat telah mengalami penghukuman namun tidak tertutup ruang untuk memperbarui mereka dalam perspektif hubungan perjanjian. Hubungn erat antara Allah dan umat dipahami sebagai hubungan yang hidup dan penuh dengan dinamika untuk mempertegas nilai- yang disandang umat sebagai umat Allah.

Dalam konteks demikian maka pembaruan Allah terhadap umat diperlihatkan dengan mengaskan betapa berdosanya umat terhadap-Nya (ayat 17-18). Kehadiran umat yang disebut sebagai umat Allah menggambarkan keterlibatan Allah dalam kehidupan mereka. Maka setiap bentuk pengingkaran terhadap keterlibatan-Nya mendatangkan bencana bagi umat. Sukacita atas penghinaan terhadap umat menunjukkan bahwa penghinaan itu juga mengena kepada Allah (ayat 3-5). Keberdosaan umat terhadap Allah memang menempatkan umat di tubir kehancuran yang meremukkan arogansi mereka sebagai umat.

Allah adalah Allah yang tidak pernah kompromi dengan dosa tetapi kasih setia pembaruan-Nya bagaikan amunisi yang tidak pernah habis. Kasih Allah yang memperbarui tidak bertolak dari kemapanan manusia dalam memahami dirinya melainkan bertolak dari insiatif Allah yang membendung segala bentuk kecongkakan yang didemontrasikan manusia. Israel maupun Edom adalah mereka yang arogan dan bertindak destruktif sebalikya kasih setia Tuhan selalu mengandung pembaruan dan pemulihan yang bersifat konstruktif.

Dari pasal 36 ini kita dapat belajar untuk memperhatikan dua hal mendasar yakni:

1. Sebagai umat Allah, Israel telah mempermalukan Allah. identitas umat sebagai umat Allah memang penting sebab dipikul umat dalam hubungan dengan-Nya. Ia menghendaki agar umat perlu selalu mempertimbangkan gerak kehidupan mereka. Gerak kehidupan yang selalu diwaspadai atau hati-hati akan menolong umat memahami bahwa kasih setia-Nya bukanlah bernilai murah atau murahan. Kasih setia-Nya dibangun dengan hati yang meluap dengan harapan bahwa umat akan menyadari dan memahami keadaan mereka dihadapan-Nya.

Dalam konteks masa kini sebagai warga gereja kita perlu menjaga gerak kehidupan yang berorientasi pada kemuliaan-Nya. Maka hubungan yang terjalin selalu didasari dengan kerendahan hati memaknai tindakan dan karya-Nya. Tidak dengan begitu saja Ia mengasihi namun dalam tindakan yang memulihkan maka umat memasuki fase baru sebagai manusia merdeka sebagaimana dialami oleh nenek moyang mereka yang dibebaskan dari Mesir.

Kesetiaan-Nya terhadap kita tidak lekang oleh jaman dan karena itu perlu dihayati dengan sungguh-sungguh. Sekali lagi jagalah gerak kehidupan kita untuk selalu menghayati bahwa sumber kehidupan adalah Allah sehingga tidak ada tempat bagi kita untuk merawat arogansi.

2. Hati-Nya adalah sumber pembaruan dan pemulihan. Allah bertindak untuk memulihkan umat-Nya sebab Allah adalah Allah yang tidak reaktif. Ia memberlakukan umat-Nya bagaikan anak yang terkasih. Ia menegur umat-Nya sebagai Bapa yang penyayang. Ia menghukum umat-Nya dalam tuntunan Roh yang membebaskan. Maka tindakan Allah sekali lagi bukan karena kualitas umat tetapi karena Ia menghendaki umat mengalami kehidupan dalam gerak kehidupan mereka.

Allah menyatakan kasih-Nya dari hati yang memperbarui dan memulihkan sehingga tindakan-Nya adalah arena demonstrasi di hadapan manusia. Allah menyatakan kasih-Nya sebab identitas-Nya adalah kasih yang juga tidak bersifat reaktif.

Maknanya bagi setiap anggota keluarga ialah menjadi pengikut Yesus haruslah menghadirkan kesaksian yang bermutu. Suatu kesaksian yang tidak berporos pada diri sendiri tetapi pada Allah. Maka setiap anggota keluarga perlu menjaga dan merawat pemahaman bahwa keluarga kita menjadi berarti oleh karena hbungan cinta kasih. Di samping itu keluarga juga memahami dan merawat pemahaman bahwa Allah adalah Allah dengan hati yang mengasihi (1 Yoh. 5:7)

Mengasihi adalah memulihkan. Mengasihi selalu berhubungan dengan pembaruan hati. Maka ketika Allah mengasihi, kasih-Nya terpancar dari hati yang penuh belas kasih. Amin


Pdt. Alexius Letlora D.Th





Arsip Catatan Refleksi:

Rabu, 22 April 2020
NYANYIAN MUSA NYANYIAN KEHIDUPAN

Rabu, 13 Nopember 2019
HIDUP SEBAGAI TANDA KESAKSIAN

Selasa, 29 Oktober 2019
TOLSTOY DAN GPIB TENTANG CINTA (Renungan HUT GPIB Ke-71 31Okt 1948 - 31 Okt 2019)

Jumat, 06 September 2019
WARISAN UNTUK ANAK-ANAK KITA

Minggu, 23 Juni 2019
KELUARGA YANG BIJAKSANA

Sabtu, 05 Januari 2019
WAKTUNYA TAMPIL DI MUKA UMUM

Minggu, 06 Januari 2019
MILIKILAH IMAN SEKALIPUN TIDAK MELIHAT

Senin, 24 Desember 2018
NATAL MEMANG MAHAL

Rabu, 12 Desember 2018
TINDAKAN NYATA DAN BENAR

Jumat, 10 Nopember 2017
DUNIA PASCA FAKTA DAN DELUSI MASA KINI (Refleksi Hari Pahlawan Nasional)

Arsip Catatan Refleksi..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th
Saya adalah Pendeta di Jemaat FILADELFIA, Bintaro. Melayani selama 30 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 26 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.
MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN
SEPATU YANG BERLUBANG
TUJUAN KETERPILIHAN MANUSIA
`SUAMI-ISTRI YANG DIKAGUMI DAN DICINTAI`


Sub Kategori Catatan Refleksi:
Last Searches:

Kategori Utama: Artikel (45), Catatan Refleksi (78), Download Materi (2), Khotbah (181), Photo Keluarga (34)