aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

View : 229 kali


Catatan Refleksi
Rabu, 13 Nopember 2019
Yosua 24: 22-28
HIDUP SEBAGAI TANDA KESAKSIAN
Pdt. Alex Letlora

HIDUP SEBAGAI TANDA KESAKSIAN
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,

Tanda adalah gabungan dari bentuk dan makna (C.S Pierce) yang mengarah pada tujuan utamama yang terletak di laur tanda tersebut. Tanda menjadi penting sebab melalui tanda seseorang diarahkan pada apa yang dimaksud dengan tanda. Dalam Yohanes 2: 11 dikemukakan bahwa mujisat adalah TANDA dan tanda ini menunjukkan secara jelas siapa Yesus dan karya-Nya bagi manusia. Tanda pneting tetapi pada dirinya (an sich) tanda bukanlah yang terpenting karena yang terpenting adalah siapa atau apa yang ditunjukkan oleh tanda.

Pembacaan kita saat ini hendak menunjukkan bahwa bagi bangsa Israel diperlukan tanda yang kuat untuk tiba pada meng-iman-i Allah. Tanda mengarah kepada iman sehingga yang diimani bukan tanda tetapi apa yang ditunjukkan oleh tanda. Yousa menggunakan media batu sebagai tanda dan batu itu batu yang besar (ayat 26 dan 27). Bagi umat waktu itu dibutuhkan tanda yang menjadi kesaksian bahwa peribadahan dibangun dalam pemahaman tentang pemujaan kepada Allah. Allah bertindak dalam beragam cara pemeliharaan yang menjadi tanda bahwa umat adalah umat dalam hubungan perjanjian. Umat wajib menghayati bahwa Allah adalah Allah yang melampaui tanda sehingga umat perlu memperhatikan 'telunjuk` dari setiap tanda yakni Allah. Besarnya batu lalu menjadi tanda bahwa pemahaman mereka masih rendah dan inilah yang dikuartikan Josua. Besarnya batu lalu tidak menunjukkan besarnya pemahaman umat tentang karya Allah. Karena tanda (semeion) memungkinkan seseorang tiba pada pengakuan tentang karya Allah, maka yang terpenting bukan penghayatan terhadap pengakuan karya Allah tetapi sekaligus mengarah pada pengakuan pada Allah.

Pada titik inilah sebuah masalah krusial hendak diatasi oleh Josua bahwa tuntunan Allah menjadi tanda pada diri Allah. (ayat 17). Mujizat menjadi tanda yang besar dan tanda ini bukan didasarkan pada iman umat tetapi tanda ini didasarkan pada kasih Allah. Maka umat perlu menghayati dengan sungguh-sungguh tentang tanda agar tidak terpesona dengan tanda-tanda lain di sekitar mereka. Sekaligus umat menghayati karya Allah yang mengasihi mereka dan semua tanda harus dipahami merujuk kepada karya Allah tersebut. Batu besar yang menjadi tanda agar umat selalu mengimani setiap karya Allah dalam kehidupan mereka. Umat tidak boleh menyangkali Allah yang telah bertindak dalam perjalanan panjang sejak keluar dari Mesir.

Di sisi lain dikemukakan juga bahwa antara ibadah dan Firman menjadi penting bukan sebagai tanda tetapi sekaligus sebagai penunutn dalam kehidupan. Kehidupan adalah tanda dari peribadahan dan kehidupan menjadi ruang terwujudnya Firman (Roma 12:1). Maka melalui bacaan ini hendak ditegaskan penting mempersembahkan kehidupan yang dituntun Firman dan menjadikan kehidupan sebagai ekspresi iman. Jika demikian pemahamannya maka kecenderungan hati kepada dosa harus diatasi dengan mencondongkan hati kepada Allah.

Dalam konteks inilah setiap bentuk karya manusia ditempatkan dalam pemahaman sebagai tanda keterlibatan Allah yang melakukan perbuatan besar (Yoh. 3:16). Perbuatan Allah yang besar tidak boleh direduksi oleh tanda yang besar sekalipun. Karena tanda terbesar dan teragung dari perbuatan Allah adalah salib Kristus. Melalui tanda itulkah maka setiap gagasan Allah yang luar biasa dihayati dalam manusia.

Sahabat-sahabat terkasih

Maka bagi kita saat ini adalah penting untuk membangun pikiran yang berorientasi kepada Kristus dan setiap tanda (apakah besar atau kecil) selalu kita hayati sebagai penunjuk kepada Kristus. Setiap bentuk rasa takjub (miraculum) adalah keajaiban yang menjadi hadir secara luar biasa. Pada ujungnya adalah setiap peristiwa yang terjadi dalam kehidupan kita selalu disertai rasa takjub (miraculum Latin, miracle Ingg). Jadi hidup ini adalah sebuah mujizat karena di dalamnya hadir beragam tanda sebagai tanda kehadiran Allah yang berdaulat. Kita semakin percaya kepada Allah tidak lagi ditentukan oleh besar atau kecilnya tanda atau bahkan tanpa tanda ( band. Daniel 3:17-18).
Sebagai murid Kristus dewasa ini kita semua perlu memahami kehidupan kita sebagai tanda yang mengekspresikan iman kepada Yesus Kristus. Konsekuensinya adalah seluruh gaya kehidupan kita menjadi berubah karena berada dalam ketaatan kepada-Nya. Mari jadikan kehidupan kita sebagai tanda yang memunculkan rasa takjub (miraculum) sebab karya-Nya memang luar biasa atas kehidupan kita.
Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin


Pdt. Alexius Letlora D.Th





Arsip Catatan Refleksi:

Selasa, 29 Oktober 2019
TOLSTOY DAN GPIB TENTANG CINTA (Renungan HUT GPIB Ke-71 31Okt 1948 - 31 Okt 2019)

Jumat, 06 September 2019
WARISAN UNTUK ANAK-ANAK KITA

Minggu, 23 Juni 2019
KELUARGA YANG BIJAKSANA

Sabtu, 05 Januari 2019
WAKTUNYA TAMPIL DI MUKA UMUM

Minggu, 06 Januari 2019
MILIKILAH IMAN SEKALIPUN TIDAK MELIHAT

Senin, 24 Desember 2018
NATAL MEMANG MAHAL

Rabu, 12 Desember 2018
TINDAKAN NYATA DAN BENAR

Rabu, 12 Desember 2018
HATI-KU AKAN BAIK KEMBALI

Jumat, 10 Nopember 2017
DUNIA PASCA FAKTA DAN DELUSI MASA KINI (Refleksi Hari Pahlawan Nasional)

Rabu Maret 2017
LUPAKAN YERIKHO, TAKLUK DI AI

Arsip Catatan Refleksi..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th
Saya adalah Pendeta di Jemaat FILADELFIA, Bintaro. Melayani selama 30 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 26 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.
MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN
SEPATU YANG BERLUBANG
TUJUAN KETERPILIHAN MANUSIA
`SUAMI-ISTRI YANG DIKAGUMI DAN DICINTAI`


Sub Kategori Catatan Refleksi:
Last Searches:

Kategori Utama: Artikel (44), Catatan Refleksi (77), Download Materi (2), Khotbah (178), Photo Keluarga (34)