aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

View : 119 kali


Catatan Refleksi
Rabu, 22 April 2020
Keluaran 15: 19-21
NYANYIAN MUSA NYANYIAN KEHIDUPAN
Pdt. Alex Letlora

NYANYIAN MUSA NYANYIAN KEHIDUPAN

Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,

Sebuah nyanyian dapat saja tercipta dari perjumpaan dengan beragam persitiwa. Sebuah nyanyian juga dapat terwujud sebagai hasil imajinasi yang kreatif dengan sentuhan seni dalam bentuk syair. Sebuah nyanyian memang dapat mewakili perasaan seseorang yang bisa saja dalam keadaan sedih atau bahagia. Dalam pemahaman yang demikian maka sebuah nyanyian menjadi sangat subyektif dan subyektifitas tersebut dapat diterima oleh banyak orang sesuai keadaannya. Jadi sebuah nyanyian memang ditujukan oleh sang pencipta nyanyian dengan tujuan tertentu dan dalam keadaan tertentu. Perpaduan nada dan syair yang terjalin secara harmonis akan menghadirkan sebuah nyanyian yang bermuara pada kegembiraan baik secara pribadi maupun kolektif.

Nyanyian Musa dalam bacaan ini bukanlah sebuah nyanyian imajinatif sebab berangkat dari pengalaman riil ketika Allah bertindak membebaskan umat Israel. Nyanyian Musa adalah nyanyian iman yang bertumpu pada pengalaman imannya bersama Allah ketika memimpinnya keluar dari Mesir bersama umat Israel. Apa yang menjadi dasar dari nyanyian Musa adalah tanggapan yang tentang perbuatan Allah yang menyelamatkan Israel oleh karena kemurahan-Nya (ayat 13). Allah adalah Allah yang berkarya dalam realitas kehidupan umat dan inilah inti nyanyian Musa. Kedaulatan Allah atas seluruh ciptaan-Nya membuat Musa menyapaikan pertanyaan "siapakah seperti Engkau sang pembuat kejaiban (ayat 11)

Pengalaman Musa tentang semua tindakan inilah yang membuat ia mengeluarkan semua potensi yang dimilikinya untuk memuji dan membesarkan Allah. Nyanyian Musa adalah nyanyian kehidupan sebab dalam nyanyian itulah Musa menyampaikan tindakan Allah yang membebaskan umat dari kematian. Allah yang telah menyertai umat adalah Allah yang hidup sehingga kehidupan menjadi titik perhatian Allah. Kuasa yang dimiliki Mesir dengan sifatnya yang destruktif dan mematikan adalah kuasa yang dipatahkan oleh kuasa Allah yang membebaskan dan menghidupkan.

Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi
Nyanyian Musa ini menghadirkan suatu pembelajaran bagi kita tentang bagaimana kita mengimani karya Allah di tengah pergumulan dan persoalan yang berat. Kita diperhadapkan dengan kuasa yang merusak dan mematikan dan bersifat global sehingga hari-hari ini bahasa kita adalah bahasa yang seragam yakni "di rumah saja", "pakailah masker", "menjaga jarak". Kehidupan yang sebelumnya berlangsung secara biasa tiba-tiba saja menjadi luar biasa menakutkan. Orang batuk dulu biasa sekarang menakutkan, jabat tangan dulu biasa, sekarang dihindari. Semua bahasa tubuh ini menunjukkan bahwa kuasa ancaman yang merusak dan mematikan bukanlah imajinasi tetapi sebuah kenyataan. Maka melalui bacaan ini kepada kita dikemukakan:

1. Musa yang tidak petah lidah (Kel. 6: 11-12), Musa yang tidak terlatih dalam berbiacara atau gagap adalah Musa yang dapat bernyanyi bagi Allah sehingga menggelorakan Miryan dan Harun untuk turut serta dalam pujian. Kehidupan yang baik akan menularkan kebaikan bagi orang lain. Allah yang menyatakan tindakan-Nya bagi Musa dijawab dengan nyanyian yang menggelorakan semangat untuk terus melangkah menuju tanah perjanjian.
Saat ini sebagai orang percaya kita semua patut menghayati bahwa sekalipun sulit keadaan kita bukanlah halangan untuk memuji Allah sebab kehidupan yang dianugerahkan-Nya.
Kita memuji Allah dengan keberadaan kita sekalipun terbatas sebab Allah memperhatikan kehidupan kita dan Ia menyatakan kepedulian-Nya bagi kita. Ia bertindak menghadirkan kehidupan maka nyanyian kita adalah jawaban atas kehidupan dari-Nya. Paulus katakan di Galatia 2: 19 - 20,

"Sebab aku telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya aku hidup untuk Allah. Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.

2. Gelora kehidupan adalah gelora keselamatan.
Miryam dan Harun memuji Allah dan menyatakan bersama umat bahwa kehadiran Allah yang menyelamatkan telah menjadi bagian dari kehidupan umat. Kitapun yang memuji Allah akan menghadirkan pujian dari sesama bagi Allah. Kita tidak boleh terjebak dalam nyanyian putus asa sebaliknya naynyian kita adalah nyanyian kehidupan yang menggelorakn optimisme bahwa kita hidup oleh Iman kepada Allah.

Sahabat yang terkasih, marilah kita bernyanyi tentang kebaikan Tuhan sekalipun keadaan tidak baik sebab dalam nyanyian inilah kita memberi kesaksian bahwa nyanyian kita adalah nyanyian kehidupan. Nyanyian kemenangan yang akan menuntun kita memasuki hari esok dengan kepastian bahwa sekalipun keadaan berubah, hakikat Allah yang setia tidak berubah. Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin


Pdt. Alexius Letlora D.Th





Arsip Catatan Refleksi:

Rabu, 13 Nopember 2019
HIDUP SEBAGAI TANDA KESAKSIAN

Selasa, 29 Oktober 2019
TOLSTOY DAN GPIB TENTANG CINTA (Renungan HUT GPIB Ke-71 31Okt 1948 - 31 Okt 2019)

Jumat, 06 September 2019
WARISAN UNTUK ANAK-ANAK KITA

Minggu, 23 Juni 2019
KELUARGA YANG BIJAKSANA

Sabtu, 05 Januari 2019
WAKTUNYA TAMPIL DI MUKA UMUM

Minggu, 06 Januari 2019
MILIKILAH IMAN SEKALIPUN TIDAK MELIHAT

Senin, 24 Desember 2018
NATAL MEMANG MAHAL

Rabu, 12 Desember 2018
TINDAKAN NYATA DAN BENAR

Rabu, 12 Desember 2018
HATI-KU AKAN BAIK KEMBALI

Jumat, 10 Nopember 2017
DUNIA PASCA FAKTA DAN DELUSI MASA KINI (Refleksi Hari Pahlawan Nasional)

Arsip Catatan Refleksi..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th
Saya adalah Pendeta di Jemaat FILADELFIA, Bintaro. Melayani selama 30 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 26 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.
MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
SEPATU YANG BERLUBANG
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN
TUJUAN KETERPILIHAN MANUSIA
`SUAMI-ISTRI YANG DIKAGUMI DAN DICINTAI`


Sub Kategori Catatan Refleksi:
Last Searches:

Kategori Utama: Artikel (45), Catatan Refleksi (78), Download Materi (2), Khotbah (184), Photo Keluarga (34)