aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

View : 106 kali


Artikel
Jumat, 21 Agustus 2020
KONSEP PENGUATAN PERAN KELUARGA (PPK) GPIB DAN RELEVANSINYA

KONSEP PENGUATAN PERAN KELUARGA (PPK) GPIB DAN RELEVANSINYA
Pendahuluan

Ibarat kawah cadradimuka dalam kisah pewayangan, keluarga merupakan wadah pembentukan setiap anggota untuk dapat berkiprah secara lebih baik dalam masyarakat. Melalui lembaga keluarga terjadi proses pendewasaan para anggotanya yang bermuara pada kehidupan di masyarakat sehingga secara ideal memberi kontribusi yang konstruktif. Kemajemukan dalam masyarakat membutuhkan kesiapan anggota keluarga untuk bisa berperan positif dengan selalu menjaga dan melaksanakan kualitas hak dan kewajiban. Goode bahkan memberi peran besar keluarga dengan menyatakan bahwa kegagalannya akan menyebabkan tujuan masyarakat yang lebih besar tidak akan tercapai secara tepat guna. Keluarga sebagai pranata sosial yang amat penting menurut Ihromy karena di tengah keluarga terjadi proses belajar sehingga dapat mengambil alih nilai-nilai yang umumnya berlaku dalam masyarakat. Dalam masyarakat yang berubah cepat maka proses pendewasaan anggota keluarga memerlukan perhatian yang besar agar tidak terjadi ketimpangan yang berakibat pada gagalnya anggota keluarga berpartisipasi secara positif dalam masyarakat. Dewasa ini kehadiran keluarga semakin strategis berkaitan dengan perubahan dalam industrialisasi yang mendesak untuk diantisipasi secara positif. Artinya proses perubahan indutrialisasi turut memberi andil bagi upaya pertumbuhan kualitas keluarga.
Dalam hubungannya dengan gereja maka keluarga sebagai unit dalam persekutuan yang beriman kepada Yesus Kristus berperan besar untuk menghadirkan rencana dan karya Allah bagi dunia (bumi). Setiap anggota keluarga yang didasari oleh pemahaman sebagai umat tebusan Allah tentu memiliki potensi untuk menyatakan damai sejahtera-Nya. Berkaiatan dengan pemahaman tersebut maka gereja terlibat dalam perannya melengkapi setiap anggota keluarga untuk memahami jatidiri imannya dalam perjumpaan dengan dunia. Gereja dalam pelaksanaan tugasnya adalah gereja yang melengkapi setiap warga agar dapat menyatakan kualitas iman kepada Kristus dalam perjumpaan dengan dunia. Narasi tentang garam di Matius 5: 13 menunjukkan bahwa kehadiran setiap keluarga secara proporsional memberi makna positif di tengah masyarakat yang terluka dan mengalami kekerasan. Pembinaan terhadap setiap anggota keluarga menjadi penting karena dibangun dengan pemahaman yang substansial yakni keluarga yang mengusung tugas menyatakan damai-sejahtera.  

I. Tantangan Di Sekitar Keluarga Masa Kini

Dewasa ini setiap keluarga berhadapan dengan persoalan yang meningkat secara kuantitas dan kualitas. Berbagai konflik yang berujung pada semakin pudarnya relasi anggota keluarga mengindikasikan bahwa tantangan yang dialami tidak sederhana. Markman bahkan mengemukakan bahwa keluarga yang berada di area berbahaya dapat terlihat dari tanda-tanda seperti sulitnya mengelola konflik sehingga konflik hadir semakin sering dan semakin menyakitkan. Ketidaksiapan suami-istri dalam mengelola perubahan dapat berakibat pada rentannya relasi suami-istri terhadap tekanan yang bersifat destruktif. Krisis relasi suami-istri pada gilirannya akan melemahkan peran mereka di tengah masyarakat.

l.a Perubahan Peran Perempuan

Kesibukan suami-istri yang bekerja perlu disikapi dengan bijaksana untuk mereduksi potensi konflik. Artinya ketika relasi suami-istri tidak dirawat dengan baik maka kesibukan dalam membangun karir akan menghadirkan kegagalan membangun relasi yang berkualitas. Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap pelemahan peran suami-istri sebagaimana dikemukakan Markman adalah sikap reaktif terhadap pasangan, pernikahan di usia dini, perbedaan agama. Faktor-faktor inilah yang dapat menjadi pencetus terjadinya konflik. Suami-istri bukanlah pribadi yang sempurna sehingga setiap gagasan untuk menuntut kesempurnaan adalah ide dan gagasan yang dangkal. Sikap reaktif merupakan bentuk ketidakmatangan suami atau istri dalam mengelola konflik sehingga dapat merusak cita-cita yang dibangun diawal pernikahan. Komunikasi merupakan bagian penting dalam relasi yang dapat menurunkan eskalasi konflik. Dalam hal ini diperlukan kemauan yang kuat dari suami-istri untuk memandang pasangannya setara agar terhindar dari kecenderungan memandang pasangan sebagai obyek dan bukan subyek. Suami-istri yang membangun sifat empati sejak awal pernikahan merupakan kebijaksanaan yang menghadirkan pengertian bersama. Empati membutuhkan usaha untuk mendapat pengertian bersama sehingga mampu membatasi sifat reaktif.
Dalam konteks inilah diperlukan upaya serius dari gereja untuk melengkapi warganya agar mampu berperan konstruktif dalam relasi sebagai suami-istri. Duvall sebagaimana dikemukakan oleh Evelyn Suleeman mengemukakan bahwa dengan adanya perubahan dalam masyarakat yang mengakibatkan keluarga juga perlu menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut agar tetap bertahan di tengah perubahan yang terjadi. Hadirnya suami-istri dalam relasi yang setara menunjukkan bahwa kemampuan untuk mengatasi berbagai persoalan pasca pernikahan berdampak pada kualitas relasi suami-istri.


Apabila hal ini gagal diwujudkan maka terjadilah pendekatan relasi suami-istri dalam pemahaman pola owner property dimana pasangan diposisikan sebagai barang akan menghasilkan pola strata yang menempatkan istri sebagai benda dan bukan sebagai manusia. Perempuan atau istri yang bekerja dewasa ini merupakan perwujudan dari aktualisasi diri yang positif. Hal ini berhubungan dengan karya di ruang publik yang memberi kontribusi positif bukan hanya bagi keluarga tetapi sekaligus menunjukkan peran aktif dan konstruktif di tengah masyarakat. Masalah yang timbul kemudian adalah penerimaan dan penghargaan terhadap peran istri yang cenderung diabaikan. Pemikiran umum yang masih menempatkan suami sebagai penguasa dalam keluarga dalam alur sistem patriakh merupakan pemikiran yang perlu diluruskan.
Berdasarkan pemikiran di atas maka dapat dikemukakan bahwa tantangan yang dihadapi suami-istri tidak saja bersifat eksternal namun juga internal. Tidak saja di ruang publik melalui pemikiran yang umum berlaku yakni menempatkan perempuan sebagai warga kelas dua tetapi juga di ruang domestik dimana relasi yang sehat seringkali terhambat oleh pola komunikasi yang tidak berkualitas.

l.b Perubahan Relasi Orang tua - Anak

Seorang anak yang hadir di tengah keluarga adalah anugerah yang disambut dengan penuh sukacita. Hubungan yang terjalin antara orang tua memberi pengaruh yang kuat bagi anak serta membentuk gambaran yang positif tentang peran serta hak dan kewajiban. Hubungan orang tua dan anak bukanlah sebuah hubungan yang statis dan karena itu memerlukan usaha yag berlangsung terus menerus untuk meningkatkan nilai relasi tersebut. Secara umum kehadiran anak dapat dilihat sebagai faktor yang menguntungkan orang tua dari segi psikologis, ekonomis dan sosial. Kehadiran anak dapat meningkatkan komunikasi suami-istri karena pengalaman bersama anak mereka.

Dewasa ini tidak dapat dipungkiri bahwa relasi orang tua - anak memerlukan perhatian serius. Kualitas waktu yang disediakan bagi anak selalu menjadi pertimbangan suami-istri yang bekerja. Kesibukan dan tuntutan kerja yang tinggi telah menempatkan orang tua pada situasi yang tidak mudah. Anak memerlukan perhatian dan kasih sayang orang tua dan kesadaran akan hal ini menimbulkan tekanan bagi suami-istri. Industrialisasi dan urbanisasi turut memberi pengaruh dalam perubahan sosial yang pengaruhnya juga dialami oleh orang tua-anak. Artinya perubahan yang terjadi dalam masyarakat turut memberi andil bagi orang tua untuk mebuat penyesuaian yang selaras dengan kebutuhan anak.

Eggerich mengemukakan bahwa relasi yang penuh hormat antara suami-istri sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak. Keteladanan orang tua merupakan warisan yang penting bagi kualitas pertumbuhan anak. Industrialisasi yang memunculkan persaingan di semua lini kehidupan turut memengaruhi relasi orang tua-anak.

Penelantaran dapat dialami oleh anak sebagai akibat dari persaingan usaha orang tua di pekerjaan mereka. Secara ekonomi kebutuhan anak dapat terpenuhi namun kebutuhan emosional anak bisa terabaikan. Kenyataan ini merupakan tantangan bagi setiap orang tua dalam mendampingi anak dalam pertumbuhan mereka. Penelantaran anak terjadi ketika hak mereka untuk tumbuh dan berkembang secara wajar, hak untuk mendapatkan pendidikan, hak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan tidak terpenuhi. Maka kehadiran orang tua yang mendampingi anak memerlukan perhatian yang serius.
Bertolak dari berbagai perubahan sebagaimana dikemukakan sebelumnya maka setiap keluarga memerlukan pemahaman yang kuat bahwa anak bukanlah miniatur orang tua sehingga bisa diperlakukan sebagai benda. Perubahan dalam relasi suami-istri dan perubahan dalam peran sebagai orang tua merupakan tantangan yang perlu mendapat perhatian.
Setiap keluarga membutuhkan suasana yang sehat agar relasi yang berkualitas dapat terus dibangun dan dirawat sesuai dengan tugas pokok suami-istri dan orang tua-anak. Kelalaian ini dapat berujung pada masalah yang terus meningkat baik secara kuantitas maupun kualitas. Suami-isri yang tidak memberi penghargaan pada pasangan dan orang tua yang mengabaikan tanggungjawab terhadap anak perlu disikapi secara konstruktif. Artinya dalam kenyataan yang demikian diperlukan perencanaan dan usaha yang sungguh-sungguh termasuk pihak gereja.

1.c Perkembangan Teknologi dan Informasi.

Perkembangan teknologi dan Informasi yang berlangsung secara luas di semua bidang kehidupan turut memberi pengaruh terhadap nilai keluarga. Dalam konteks Indonesia pengaruh tersebut nampak dalam relasi yang semakin terhubung secara cepat dengan perangkat komunikasi yang canggih. Kemajuan yang teknologi informasi di era digital telah meruntuhkan sekat-sekat yang menjadi pemisah antar manusia. Manusia semakin bebas dan terbuka untuk mengemukakan pendapat di era yang mengusung perubahan secara mendasar.
Revolusi Industri 4.0 bagaimanapun juga menantang orang untuk lebih kretif dan mampu mengembangkan potensi yang ada pada dirinya. Klaus Schwab memperkenalkan Revoulusi Industri 4.0 yang mengingatkan dampaknya terhadap perubahan nilai dalam kehidupan bersama. Perubahan nilai dalam kehidupan bersama ditandai dengan orang merasa mandiri dan tidak bergantung pada orang lain dan secara khusus koneksi wifi. Setiap orang hanya meperhatikan kepentingan sendiri yang ditandai dengan kepala yang tertunduk (karena memperhatikan gawai). Tergerusnya kebersamaan yang selama menjadi nilai penting dalam keluarga sekarang dilihat sebagai distorsi. Relasi keluarga yang tradisional dengan hubungan yang hangat dalam komunikasi kini terganggu dengan hadirnya ketidakpedulian.
Istilah yang jauh semakin dekat karena kemajuan teknologi komunikasi menjadi istilah yang kerap dikemukakan. Namun pada saat yang sama mereka yang dekat semakin jauh relasinya karena anggota keluarga yang berkumpul dengan kesibukan sendiri memakai gawai yang dimiliki. Jadi bukan hanya jauh semakin dekat tetapi sebaliknya juga yang dekat semakin jauh. Keadaan demikian merupakan tantangan dan kenyataan yang dihadapi oleh keluarga. Relasi anggota keluarga menjadi sangat demokratis sehingga seorang anak dapat mengemukakan pendapatnya dengan bebas. Istilah 'quality time` menjadi istilah jamak sebab waktu untuk bersama tidak lagi mudah.
Sekalipun demikian pengaruh positif Revolusi Industri 4.0 tidak dapat diabaikan. Hal ini ditandai dengan cara berpikir yang semakin kritis dan transparan. Ketrampilan Abad 21 yang dianggap bisa memperkuat modal social (social capital) dan modal intelektual (intellectual capital), biasa disingkat dengan 4C: communication, collaboration, critical thinking and problem solving, dan creativity and innovation. Dalam perspektif keluarga maka komunikasi menjadi penting sebab untuk berkomunikasi tidak lagi dibatasi oleh jarak dan ruang sebab semuanya dapat diatas oleh teknologi informasi. Akibatnya adalah komunikasi yang walaupun tidak bertatapan muka namun selalu menghadirkan 'perjumpaan`.
Keluarga yang diperhadapkan dengan kenyataan demikian memerlukan kepiawaian untuk mengatasi kesenjangan yang terjadi. Kesenjangan antara orang tua dan anak dapat menjadi kendala tersendiri jika tidak dibangun sebuah komunikasi yang sehat dan berkualitas.

Kehadiran keluarga milenial yang semakin mengagungkan diri sendiri telah menjadi tantangan bagi nilai persahabatan. Persahabatan adalah akar dari semua hubungan yang bermutu. Keluarga tanpa persahabatan adalah penjara. Pernikahan tanpa persahabatan adalah neraka. Komunitas tanpa persahabatan adalah penindasan. Persahabatan adalah rumah metafisik kita. Nilai persahabatan yang substansial terwujud oleh berkualitasnya komunikasi yang dijalin. Inilah tantangan yang juga dihadapi oleh setiap keluarga di era revolusi industri 4.0.


II. Penguatan Peran Keluarga Sebagai Upaya Pemberdayaan.

Penguatan Peran Keluarga (PPK) dalam GPIB adalah sebuah upaya pemberdayaan yang diwujudkan melalui Pelayanan Kategorial. Pelayanan Kategorial Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (PelKat GPIB) adalah Unit Misioner GPIB sebagai wadah pembinaan dan pemberdayaan warga gereja dalam keluarga dan masyarakat sesuai kategori agar para anggotanya berperan aktif dalam pengembangan panggilan dan pengutusan gereja secara utuh dan berkesinambungan. Maka PelKat GPIB hendaknya dipahami sebagai wadah Pembinaan Warga Gereja (PWG) yang sangat strategis dan sebagai pelaksana misi gereja, kepada:

Anak-anak (usia sampai dengan 12 tahun) disebut Pelayanan Anak disingkat PA
Teruna (13-17 tahun) disebut Persekutuan Terunan disingkat PT
Pemuda (18-35 tahun) disebut Gerakan Pemuda disingkat GP
Kaum Perempuan (sudah menikah, usia >35 tahun) disebut Persekutuan Kaum Perempuan disingkat PKP
Kaum Laki-laki (sudah menikah, usia > 35 tahun) disebut Persekutuan Kaum Bapak disingkat PKB
Kaum Lanjut Usia (usia diatas 60 tahun) disebut Persekutuan Kaum Lanjut Usia disingkat PKLU

Secara kategorial pembinaan terhadap warga jemaat yang dilakukan secara menyeluruh sejak dari anak-anak menunjukkan bahwa GPIB memiliki perhatian besar kepada semua anggota pelayanan kategorial. Perubahan dari Bidang Pelayanan Kategorial (BPK) menjadi Pelayanan Kategorial (PELKAT) hendak menunjukkan bahwa masing-masing kategori tidak berdiri sendiri tetapi bergerak dalam kesatuan dengan kategori yang lain. Gerak bersama ini terutama hendak mengarahkan pola berpikir tiap kategori tentang pentingnya Penguatan Peran Keluarga. Sebagai unit misoner maka Pelkat secara keseluruhan diposisikan dengan berbagai kegiatan yang didominasi dengan pembinaan. Secara ideal perubahan Bidang Pelayanan Kategorial (BPK) menjadi Pelayanan Kategorial (Pelkat) hendak menghilangkan sekat-sekat pelayanan yang tidak terpadu dalam kerangka Penguatan Peran Keluarga.

Jika kita perhatikan tantangan yang terjadi di sekitar keluarga maka upaya untuk pembinaan keluarga perlu mendapat perhatian yang serius. Artinya Pelayanan Kategorial sebagai unit misioner memiliki peran yang penting untuk melengkapi setiap keluarga. Mengacu pada Peraturan Nomor 15 tentang Pelayanan Kategorial maka jeas dikemukakan bahwa Pelayanan Kategorial adalah wadah pembinaan warga gereja dalam keluarga. Hal ini menunjukkan bahwa peran Pelayanan Kategorial sebagai unit misioner tidak berdiri sendiri tetapi berada dalam lingkup persekutuan yakni keluarga yang mengalami pertumbuhan bersama dalam kerangka mewujudkan misi Allah yakni mewujudkan damai sejahtera. Maka perlu dikemukakan beberapa hal sebagai berikut.

II. a. Keluarga Kristiani Menjawab Tantangan

Keluarga Kristen merujuk pada pemahaman bahwa kehadirannya dilandasi oleh keterlibatan Allah. Dewasa ini keluarga diperhadapkan dengan berbagai tantangan yang bisa menggugat keberadaan keluarga tersebut. Perkembangan dan perubahan dunia teknologi dan informasi dengan segala akibatnya adalah kenyataan yang tidak bisa dipungkiri. Tidak dapat dipungkiri juga bahwa keluarga sebagai unit terkecil dalam gereja memerlukan pola pelayanan yang mengarah pada penguatan peran secara aktual. Artinya keluarga sebagai bagian dari masyarakat adalah warga gereja yang terus menerus berjumpa dalam "ketegangan" untuk mewujudkan panggilan dan pengutusan dan realitas dunia yang tidak sejajar dengan hal tersebut.




Setiap keluarga Kristen memiliki tanggung jawab agar dapat berkiprah secara lugas di tengah perubahan yang terjadi. Pernyataan Tuhan Yesus di Yohanes 17:15 demikian:

'Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat`.

Memperlihatkan bahwa keluarga Kristen berada di tengah dunia yang memiliki pengaruh yang kuat yakni pengaruh yang dapat menumpulkan hakikat kehadiran keluarga Kristen. Beragam peristiwa yang harus dihadapi oleh setiap keluarga menunjukkan bahwa kekuatan dan keteguhan untuk terus berpegang pada nilai-nilai Kristiani menjadi kebutuhan yang mendasar. Pada titik inilah diperlukan kehadiran Gereja yang berperan dalam pendampingan melalui Pelayanan (diakonia), Persekutuan (koinonia) dan Kesaksian (marturia).

Pemahaman Iman GPIB tentang Gereja menyatakan bahwa keberadaan Gereja sebagai umat Allah terus - menerus mengalami pembaharuan bersama dan dengan seluruh ciptaan menyongsong penggenapan pemerintahan Allah. Pembaharuan yang berlangsung terus menerus merupakan hal penting sebagaimana juga dikemukakan Rasul Paulus di Roma 12:2 (...pembaruan budi...). Pembaharuan yang berlangsung terus menerus membawa konsekuensi pada pola pembinaan yang sistematis dan berjangka pendek, menengah dan panjang. Pemikiran demikian menunjukkan bahwa kehadiran Gereja (baca: GPIB) senantiasa memerlukan pembaruan pelaksanaan pembinaan dengan Pelayanan Kategorial (Pelkat) sebagai wadahnya. Secara historis hal ini sudah diwujudkan GPIB melalui periode pembangunan jemaat misioner tahun 1964-1974. Periode pembangunan jemaat misioner menunjukkan adanya kesadaran GPIB sebagai bagian dari masyrakat yang memahi pergumulan yang terjadi. Hal ini menunjukkan bahwa sampai pada saat ini, pergumulan tersebut tetap aktual karena perubahan yang terjadi. Dalam hal inilah diperlukan perhatian terhadap isu keluarga tanpa bermaksud mengesampingkan perhatian dari bidang lainnya.

Peran serta keluarga dalam mewujudkan misi Allah bukanlah sebuah pilihan tetapi sebuah perintah yang ditetapkan oleh Allah. Pada masa Yesus, kehadiran keluarga tetap menjadi perhatian ketika tugas pelayanan-Nya juga mencakup keluarga. Ia memberi makna baru tentang keluarga yang keluar dari batas-batas yang selama ini dipegang teguh (Matius 12:50). Dengan pendekatan demikian maka keluarga sebagai institusi memiliki dasar dan tujuan yakni terbentuknya ikatan yang tidak hanya bersifat sosial tetapi juga teologis.

Dengan demikian maka dapat dikemukakan bahwa keluarga Kristen memiliki peran penting sebagai mitra Allah mewujudkan misi Allah bagi dunia yakni menyatakan damai sejahtera. Bertolak dari gagasan yang demikian maka dapat dikemukakan bahwa Penguatan Peran Keluarga (PPK) bukanlah tugas sederhana tetapi mengusung tugas mewujudkan damai sejahtera.




Tantangan di sekitar keluarga Kristen dewasa ini hanya dapat ditanggapi secara konstruktif apabila gereja menghayati dengan sungguh-sungguh keberadaannya sebagai persekutuan yang mengusung tugas memberitakan perbuatan besar (1 Petrus 2: 9).

II.b Keluarga Kristiani Dalam Perspektif Penguatan Peran Keluarga (PPK)

Setelah pembahasan tentang keluarga dengan sudut pandang tantangan yang dihadapi maka pada bagian ini hendak dikemukakan keluarga dalam perspektif Penguatan Peran Keluarga (PPK). Keluarga dengan berbagai kategori sebagaimana dalam perspektif PPK menunjukkan adanya pembinaan yang berkesinambungan. Namun perlu diperhatikan juga bahwa pembinaan yang berkesinambungan tersebut tidak dilaksanakan secara parsial dan terlepas dari rangkaian Pelayanan Kategorial (Pelkat) secara utuh.

Pelayanan Kategorial Pelayanan Anak (Pelkat PA). Di Pelkat PA terbentuk sebuah kegiatan yang bertujuan untuk melengkapi anak-anak dengan nilai-nilai Kristiani sedari dini. Anak-anak dengan cara berpikir mereka yang jernih merupakan tanah yang subur untuk menabur benih berita Injil. Peran serta gereja dalam melayani anak tidak berarti gereja mengambil alih fungsi keluarga sebab pelayanan kepada anak sejak awal adalah tugas keluarga.

Dalam konteks inilah sangat dirasakan betapa pentingnya pelayanan anak yang berbasis pada pelayanan keluarga. Artinya pelayanan anak yang berlangsung adalah pelayanan anak yang disandingkan dengan pelayanan kepada orangtua mereka. Maksudnya ialah pelayanan anak yang berkualitas adalah muara dari pelayanan kepada orangtua sehingga memiliki tanggung jawab dalam mengembangkan spiritualitas anak.

Pelayanan Kategorial Persekutuan Teruna (Pelkat PT). Pada kategori ini diperlukan sebuah bentuk pelayanan yang membantu para teruna melewati masa transisi dari anak ke pemuda. Pelayanan kepada teruna memerlukan pendekatan yang khas sebab para teruna adalah para remaja yang sedang mencari jati diri. Dalam konteks ini gereja berperan sebagai sarana yang menghubungkan berbagai kegamangan yang dialami.

Keberadaan persekutuan teruna hendak menegaskan bahwa mereka sedang dilengkapi untuk mampu menanggapi setiap perubahan pada diri mereka dengan sehat. Maka untuk hal demikian perlu dikemukakan betapa signikan peran orang tua. Kehadiran para Teruna di kelas -kelas pelayanan minggu denga durasi waktu yang terbatas menjadi tantangan tersendiri untuk melayani para Teruna.

Pelayanan Kategorial Gerakan Pemuda (Pelkat GP). Dua hal penting dalam kaitannya dengan pemuda adalah 'teaching and training`. Melalui gagasan 'mengajar` ( Yun. Nouthesia ) artinya meletakkan dalam pikiran. Dalam hal ini yang diletakkan dalam pikiran adalah kata-kata.

Sementara untuk 'latihan` ( Yun. Paideia ) hal ini berarti ada usaha untuk melakukannya dalam tindakan (action). Hal ini menunjukkan bahwa setiap orang tua secara aktif memberi pengarahan kepada anak melalui Pengajaran dan Pelatihan.
Pemuda berbeda dengan Remaja karena mereka berjuang antara membangun pribadi yang mandiri dan menjadi lebih terlibat secara sosial. Berbeda dengan perjuangan Remaja yang bertujuan untuk mendefinisikan dirinya
Kehadiran pelayanan Gerakan Pemuda dalam konteks ini lebih berorientasi pada tujuan sebagaimana dikemukakan adalah menghadirkan iklim persahabatan yang menjadi energi bagi pertumbuhan pribadi pemuda secara mandiri.

Pelayanan Kategorial Persekutuan Kaum Bapak (Pelkat PKB). Persekutuan Kaum Bapak pada dasarnya adalah upaya melengkapi setiap Bapak dalam memahami perannya sebagai Kepala Keluarga. Dalam pemahaman yang demikian maka pembinaan kepada Bapak adalah dalam kaitannya dengan posisi strategis dalam keluarga yang memberi teladan kepada semua anggota keluarga.

Kepada setiap bapak dituntut suatu tanggungjawab dalam memenuhi kebutuhan keluarga dan hal ini bukanlah perkara sederhana. Setiap bapak memikul tugasnya dengan sukacita dalam usaha yang dikerjakannya bagi keluarga. Persekutuan Kaum Bapak memiliki tugas penting untuk melengkapi anggotanya agar dengan antusias mewujudkan tugas tersebut. Pelayanan Kategorial Persekutuan kaum Bapak berperan aktif untuk mendampingi setiap bapak mewujudkan cita-cita yang ditempatkannya sebagai kebutuhan mendasar bagi keluarga. Inilah yang disebut oleh Chapman sebagai 'the attitude of service`. Adapun yang dimaksudkan disini adalah kemampuan untuk terus menjaga kualitas kehadirannya yang melayani keluarga dengan sukacita.

Pelayanan Kategorial Persekutuan Kaum Perempuan ( Pelkat PKP ). Perempuan Kristen berperan penting dalam kehidupan keluarga karena ditempatkan dalam posisi 'penolong` bagi suami.

Aku akan menjadikan penolong baginya,
yang sepadan dengan dia." [ Kejadian 2:18].

Dalam konteks ini dapat dikemukakan bahwa sebagai penolong, perempuan sejajar dengan laki-laki. Maka pelayanan kategorial Persektuan Kaum Perempuan adalah pendampingan gereja dalam kerangka melengkapi setiap perempuan manjalankan fungsinya yang penting bagi keluarga. Perempuan dalam pandangan Evans membutuhkan rasa aman dan komunikasi yang terbuka. Perempuan (istri) memahami kehadirannya bukan sebagai aset suami tetapi sebagai sahabat yang sederajat dengan suami.
Hal ini penting dikemukakan sebab ruang lingkup Pelayanan Kategorial Persekutuan Kaum Perempuan (Pelkat PKP) adalah memberi pemahaman bahwa kehadiran perempuan sangat berarti bagi keluarga tidak dalam perspektif sosiologi saja tetapi dalam perspektif teologis.

Setiap perempuan memiliki hak dan kewajiban yang sejajar dengan suami sehingga keduanya menjadi pribadi yang memiliki komunikasi yang terbuka dan terhindar dari rasa tidak aman. Ketika suami menempatkan keluarga sebagai prioritas utama dalam kehidupannya, suami memerlukan kehadiran istri untuk terus menolongnya merawat prioritas tersebut.

Dalam konteks inilah kehadiran gereja melalui pelayanan kategorial Persekutuan Kaum Perempuan adalah kehadiran yang memberi dukungan bagi pertumbuhan spiritualitas perempuan.

Pelayanan Kategorial Persekutuan Kaum Lanjut Usia (Pelkat PKLU) Persekutuan Kaum Lanjut Usia GPIB adalah mereka yang telah memasuki masa tua dengan kondisi tubuh yang tekah berubah. Setiap anggota lanjut usia selalu disiapkan untuk memahami bahwa usia lanjut adalah anugerah sebagaimana usia lainnya. Dalam kapasitas sebagai warga lanjut usia maka peran pelayanan gereja adalah untuk memberi kepastian tentang berharga dan berbahagianya berusia lanjut. Hal ini penting agar setiap warga lanjut usia senantiasa memandang dirinya secara positif. Usia lanjut bukanlah keadaan yang harus disesali tetapi diberi pemaknaan baru sebagai manusia yang bersyukur atas anugerah-Nya.

Pelayanan yang dilakukan gereja dalam hal ini adalah memberi pemahaman bahwa setiap angka usia lanjut terdapat nilai penyertaan Allah yang berujung damai sejahtera. Menurut ilmu gerontologia (ilmu mengenai usia lanjut), setiap orang memiliki tiga macam umur: umur secara kronologis, biologis, dan psikologis.
A. Umur kronologis. Umur yang dihitung dari jumlah tahun yang sudah dilewati seseorang. Ini adalah umur yang umum kita kenal misalnya 50 tahun, 60 tahun, dan sebagainya.
B. Umur biologis. Umur yang ditentukan berdasarkan kondisi tubuh. Hal ini dapat terjadi jika seseorang menjadi tua karena ia merasa tua.
C. Umur psikologis. Umur yang diukur berdasarkan sejauh mana kemampuan seseorang merasakan dan bertindak. Hal ini bisa terjadi pada seorang yang sudah berusia 80 tahun tapi merasa lebih muda dari orang yang di bawah umurnya.

Apa yang dilakukan gereja dalam konteks ini adalah mendampingi setiap warga lanjut usia untuk terus menghayati kualitas kehadirannya yang bermakna bagi Allah dan bagi keluarga.

Maka secara keseluruhan dapat dikemukakan bahwa semua unsur Pelayanan Kategorial tidak dapat berkarya secara independen namun selalu memerlukan kebersamaan yang sinergis dengan unsur Pelayanan Kategorial yang lain.



Kesimpulan

Melalui semua uraian yang telah dikemukakan dapat disimpulkan bahwa Pelayanan Kategorial sebagai unit misioner memerlukan pendekatan yang bersifat utuh. Artinya sifat misioner yang melakat pada Pelayanan Kategorial dapat diimplementasikan dengan beberapa pokok pikiran bahwa Penguatan Peran Keluarga adalah muara dari semua aktifitas Pelayanan Kategorial. Hal ini berkaitan erat dengan pemahaman bahwa sebagai wadah pembinaan maka setiap Pelayanan kategorial perlu memikirkan hal mendasar sebagai berikut:

1. Diperlukan sebuah perencanaan yang utuh dan termaktub dalam Program Kerja dan Anggaran (PKA) yang berbasis pada upaya Penguatan Peran Keluarga. Kehadiran keluarga dengan beragam tantangan yang dihadapinya tidak dapt diantisipasi hanya dalam kegiatan Pelayanan Kategorial yang bersifat parsial. Hal ini dipandang perlu agar kegiatan setiap Pelayanan kategorial tidak berorientasi pada masing-masing unit Pelayanan Kategorial.
2. Jika Pelayanan Kategorial adalah wadah pembinaan maka 'core bussines` Pelayanan Kategorial bukanlah di bidang ritual saja dan melupakan tugas utamanya sebagai wadah pembinaan.seluruh gagasan yang demikian perlu mendapat perhatian sehingga istilah Penguatan Peran Keluarga menemukan bentuknya yang utuh sebagai akumulasi dari seluruh kegiatan yang berlngsung.
3. Sebagai konsekuensi dari pemikiran di atas maka Pelayanan Kategorial perlu mempertimbangkan lagi hakikatnya yang utuh agar koneksitas dengan unit Pelayanan Kategorial lainnya dapat diwujudkan. Tantangan yang dihadapi oleh kelurga dewasa ini membutuhkan kebersamaan dalam kerangka menguatkan keluarga untuk berperan di lingkungan gereja maupun masyarakat.
4. Secara kongkrit setiap awal bulan dapat dilaksanakan ibadah gabungan pelkat yang berorientasi pada pembinaan yang sesuai dengan karakter masing-masing unit Pelayanan Kategorial. Gagasan ini akan semakin terakomodir ketika Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) setiap tanggal 29 Juni menjadi agenda rutin setiap tahun dan dilaksanakan secara terpadu oleh semua unit Pelayanan Kategorial.
5. Penguatan Peran Keluarga memerlukan penjelasan yang menukik pada kebutuhan setiap unit Pelayanan Kategorial (Pelkat) sehingga istilah Penguatan Peran Keluarga (PPK) dapat menjadi payung bagi setiap pelaksanaan kegiatan unit Pelayanan Kategorial.







GPIB mengakui bahwa gereja adalah Tubuh Kristus dan Kristus sendiri adalah
Kepalanya. Bahwa Yesus Kristus adalah dasar, kepala, pimpinan dan penguasa di
gereja. Oleh karena itu kuasa yang ada dalam gereja adalah kuasa Kristus. Kehadiran
para presbiter sebagai organisator di jemaat (Majelis Jemaat) adalah untuk melayani
Kristus dengan misi yang ditugaskan kepadanya masing-masing. Bukan melayani
kepentingan, keinginan dan misi dari pribadi-pribadi tertentu atau bahkan diri sendiri.
Di dalam gereja hanya ada satu misi, yaitu misi Kristus (Matius 16:18).




Pdt. Alexius Letlora D.Th





Arsip Artikel:

Selasa, 14 Juli 2020
GEREJA, STARBUCKS DAN KELUARGA

Rabu, 03 Juni 2020
GEREJA DAN MC DONALDS

Minggu, 26 Januari 2020
VITA EST BREVIS

Senin, 02 September 2019
ARTI SEBUAH KEBENARAN

Kamis, 07 Maret 2019
PROGRAM KERJA DAN ANGGARAN 2019-2020

Kamis, 24 Januari 2019
KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR

Rabu, 07 Februari 2018
PERUBAHAN RELASI SUAMI-ISTRI(dalam perspektif koseling-pastoral)

Jumat, 10 Nopember 2017
YESUS MEMANG POPULER NAMUN TIDAK POPULIS

Selasa, 31 Oktober 2017
ILUSI, DELUSI DAN GPIB - Sebuah Refleksi Di Usia Ke-69

Rabu, 28 September 2016
PERANAN PASANGAN DALAM PELAYANAN GEREJA

Arsip Artikel..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th
Saya adalah Pendeta di Jemaat FILADELFIA, Bintaro. Melayani selama 30 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 26 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.
MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
SEPATU YANG BERLUBANG
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN
TUJUAN KETERPILIHAN MANUSIA
`SUAMI-ISTRI YANG DIKAGUMI DAN DICINTAI`


Sub Kategori Artikel:

    Last Searches:
    bentuk pelayanan marturia dalam gereja pantekosta (1), gambar genggaman tangan ibu dan anak (1), Koleksi Foto model baju peneguhan sidi (1), Kotbah Kristen Peran Keluarga dalam pelayanan (2), maksud panggilan, dan pengutusan orang kristian (1), Pengertian tugas gereja dalam bersaksi (1), Pengutusan gereja di dunia antara harapan dan realita (1), 3 hal wujud keterlibatan dalam tugas gereja (1), 3 tanggapan gereja dlm pengutusan dan panggilan (1), 4 ciri pelayanan gereja dalam tugas melayani (1), 5 ciri khas gaya hidup bersaksi (1), 5 tugas gereja dan penjelasannya (1), 5 tugas tugas gereja dan penjelasannya (1), abstrak keluarga sbg gereja mini (1), ajaran teologi keluarga (1), akex letlora paduan suara (2), alasan peneguhan sidi menggunakan baju putih (1), alex letlora (1), alex letlora menikah (1), Alexius LetloRA (12), alexius letlora.com (1), alexius letora (1), alexletlora.com (1), allah sebagai penuntun (1), analisa teologi keluarga (1), anything (1), apa yang dimaksud dengan gereja yang melayani (1), apa arti gereja yang bersaksi (1), apa arti gereja yg melayani (2), Apa artinya gereja yang melayani (1), apa hubungan orang yang dipanggil yesus dengan Gereja (1), Apa hubungan pembangunan dengan pelayanan gereja (1), apa itu Gereja yang melayani? (1), apa itu panggilan dalam hubungannya dengan pilihan dan pengutusan (1), apa maksud kristus menghadirkan gereja di dunia (1), apa pengertian melayani dan bersaksi (1), Apa perbedaan antara bersaksi dengan melayani (1), apa tantangan yg dihadapi gereja dalam pengutusannya ke dunia (1), apa yang di maksud gereja untuk melayani (1), apa yang dgn gereja yang melayani (2), apa yang di maksud dengan gereja yang melayani (1), apa yang di maksud gereja yang bersaksi (1), Apa yang dimaksud dengan gereja harus bersaksi (1), apa yang dimaksud dengan gereja melayani (2), apa yang dimaksud dengan gereja yang bersaksi (2), apa yang dimaksud dengan gereja yang melayani (1), apa yang dimaksud dengan tugas Gereja bersaksi (3), apa yang dimaksud gereja untuk melayani (1), apa yang dimaksud gereja yang melayani (1), apa yang dimaksud gerja melayani (1), apa yg dimaksud gereja yang bersaksi (1), apakah jemaat perlu bersaksi tentang Tuhan (1), apakah lukas dan KPR merupakan kesatuan (2), Apakah pengertian koinonia,marturia,diakonia?????? (1), arti bersaksi menurut alkitab (1), arti dari gereja yang bersaksi (1), arti gereja bersaksi (1), arti gereja yang bersaksi (3), arti gereja yang melayani (11), arti gereja yang melayani adalah (1), arti gereja yg melayani secara konkrit (1), arti greja yang melayani (1), arti kebersamaan dalam keluarga (1), arti melayani bo (1), arti missio dei (1), arti pegangan tangan ibu dan anak (1), Arti tugas gereja yang bersaksi (1), arti tugas gereja yang melayani (1), artikel David G Benner (1), artikel hal keci yang menjengkelkan peristiwa 11 september (1), artikel melayani gereja (1), artikel peran allah dalam keluarga (1), Artikel Rencana Allah untuk Kehidupan Keluarga (1), artikel seorang bapak yang baik (1), artikel tentang bersaksi dan melayani (1), Artikel Teologi Keluarga (2), astromenda (1), ayah dan ibu alesius (1), ayat alkitab tentang pelayanan dalam paduan suara (1), ayat emas untuk peneguhan sidi (1), ayat renungan untuk acara angkatsidi (1), ayat yang menunjukkan allah membenci perusak hubungan (1), BAB 7 Gereja yang bersaksi (1), bagaimana gereja menyatakan tanda tanda kerajaan allah (1), bagaimana jemaat memberikan kesaksian melalui marturia (2), bagaimana peran kaum bapak terhadap negara (1), bagaimana seharusnya perilaku Pasangan Pendeta (1), bagaimana tugas gereja dalam bersaksi (1), bagaimana tugas greja dalam bersaksi (1), bahan khotbah pkb (1), bahan khotbah untuk yg angkat sidi (1), baju peneguhan sidi (3), baju putih sidi GPIB (1), baju sidi orang kristen (1), baju untuk peneguhan sidi jemaat (1), balung kere (1), bentuk gereja yang bersaksi (4), Bentuk jemaat bersaksi dgn tuhan (1), bentuk konkret gereja yang bersaksi (1), bentuk konkrit gereja yang bersaksi (1), bentuk pelayanan gereja (2), bentuk pelayanan gereja dalam hal bersaksi (1), berlubang sepatu (1), bersaksi gereja (1), bersaksi agar jemaat bertumbuh (2), Bersaksi dalam gereja (1), BERSAKSI MENURUT ALKITAB (1), bersaksi sebagai insan gereja (1), biasanya sidi memakai baju (1), blog alexius letlora (2), blog pdt alexius letlora (3), blogspot alexletlora (1), bunda genggam tangan mu nak (1), cara keluarga mewartakan kerajaan allah (2), Catatan khotbah untuk persekutuan pelayan (1), Ciri gereja melayani allah yg bersifat (1), ciri khas pelayanan gereja (1), ciri" koinonia (4), ciri-ciri bersaksi yang baik (1), ciri-ciri pelayanan Gereja (1), ciri-ciri pengajaran warga jemaat bersifat partisipatif (1), citra allah dan lgbt (1), contoh doa pengutusan misi (1), contoh gambar pasangan kristen (1), contoh gereja yang bersaksi (1), contoh khotbah ibadah syukur sidi baru (1), Contoh narasi paduan suara (1), contoh peristiwa menjengkelkan dirumah (1), contoh peristiwa yang menjengkelkan (1), Contoh renungan peneguhan sidi baru. (1), Contoh renungan syukuran peneguhan sidih (1), daftar lagu koor untuk tugas minggu pertama (1), dalam persekutuanmu dengan Tuhan jerih lelahmu tidak sia-sia maknaya (1), dasar kepemimpinan kristen oleh Pdt. Eka Darmatera (1), di panggil untuk bersaksi renungan (2), diakonia gereja yang melayani (1), dianggap tidak waras (1), doa paskah oleh pdt alex letlora (5), Doa peneguhan sidi (2), Doa peneguhan sidi baru (1), Doa Pengutusan (1), doa pengutusan gereja (1), doa renungan sidi baru (1), doa selesai peneguhan sidi (1), doa ucapan syukur peneguhan sidi (1), etika kepemimpinan kristen (1), figur bapak dalam hidup sebagai keluarga Allah (1), foto genggaman tangan bayi dengan ibunya (1), foto nikah kristen (1), foto pernikahan kristen (1), foto sepatu sidi (1), fungsi dan peran nyanyian dalam ibadah (1), fungsi pdt fungsi penatua dan fungsi diaken (1), gamabar poto tangan bayi sedang di genggam (1), Gambar baju untuk peneguhan sidi (1), gambar gengaman tangan ibu dan tangan anak laki laki (2), gambar genggaman tuhan (1), gambar kata suami istri kristen (1), gambar pernikahan kristen (1), gambar seorang genggaman tangan (1), gambar tangan anak menggenggam tangan mama (1), gambar tangan bunda dan anak nya (1), gambar+yesus+tangan+genggam+ (1), genggam tangan bunda nak (1), genggaman seorang ayah (1), genggaman tagan pada bAYG (1), genggaman tangan (1), genggaman tangan anak (1), genggaman tangan ibu (1), genggaman tangan malam (1), gereja bersaksi (5), Gereja bersaksi melalui? (1), gereja dalam konteks rasul paulus (1), gereja di tempatkan allah untuk (1), gereja dipanggil dari kepada teang yang ajaib dan diutus untuk apa (1), gereja dipanggil untuk bersaksi (1), gereja dipanggil untuk bersaksi tujuannya adalah (1), gereja hadir sebagai tanda kerajaan allah (1), gereja harus berorientasi (2), gereja harus bersaksi (3), Gereja harus bersaksi(marturia)ialah (1), gereja melayani (7), gereja menyatakan tanda tanda kerajaan Allah (1), gereja menyatakan tanda-tanda kerajaan allah (1), gereja sebagai fungsional (1), gereja sebagai keluarga mini (1), gereja tanpa marturia pada dasarnya mati (1), gereja yan melayani m karatem (1), gereja yang bersaksi (32), gereja yang bersaksi (martyria) (2), gereja yang bersaksi dan di melayani dunia (1), Gereja yang bersentuhan dengan dunia ini (1), gereja yang bertumbuh, melayani dan bersaksi (1), gereja yang fungsional (1), gereja yang melayani (27), gereja yang melayani adalah (1), gereja yang melayani adalah gereja yang (1), gereja yang melayani dan bersaksi (3), gereja yang memberi (4), gereja yang persekutuan dan melayani (1), gereja yangbersaksiialah (1), gereja yg bersaksi (3), Gereja yg bersaksi adalah (1), gereja yg bersaksi disebut (1), gereja yg melayani (5), gereja yg melayani-ciri' pelayanan dalam gereja (2), gmbr ank sedang menggemgam tgan ibunya (1), gmbr hati dlm genggaman (1), greja harus bersakasi tugas ini sering disebut (1), Greja yang melayani (1), greja yg bersaksi dan melayani (1), hakekat etika kepemimpinan kristen (1), hakekat kepemimpinan kristen (1), hakikat etika kepemimpinan kristen (2), hakikat kepemimpinan kristen (2), hal kecil yg sangat menjengkelkan (1), hambatan bersaksi di jemaat (1), happy anniversary 10th buat suami dalam kristen (1), Homoseks adalah anugerah Allah. Ini merupakan salah satu argumen yang diberikan oleh Troy Perry, se (1), hotba peneguhan sidi (1), HOTBA PENEGUHAN SIDI (1), hotbah peneguhan sidi (1), HOTBAH SIDI (1), hotbah sukuran sidi (1), hotbah untuk sidi baru (1), http://alexletlora.com/index.php?ipage=117 (1), http://alexletlora.com/index.php?ipage=53 (4), http://alexletlora.com/index.php?ipage=84 (5), http://googleweblight.com/?lite_url=http://www.alexletlora.com/index.php?ipage%3D322 (1), http://www.alexletlora.com/index.php?ipage=270 (1), http://www.alexletlora.com/index.php?ipage=53 (7), http://www.alexletlora.com/index.php?ipage=84 (4), hubungan antara jemaat dan gereja (1), hubungan komunikasi pembangunan dalam pelayanan gereja (1), hubungan paduan suara dengan alkitab (1), hukum perkawinan kristen (1), hut 33 pelkat pt (1), ibadah minggu bukan konser (1), ibadah minggu bukan lah konser (1), ibadah paduan suara yang unik (1), index artikel menjengkelkan (1), inspirasi jalan salib (1), inspirasi kristen tangan yg berlubang (1), janji Allah kepada Gereja para rasul (1), jawaban arti kristus menghadirkan gereja di dunia (1), jelas iman adalah jawaban atas pangilan allah (1), jelaskan apa artinya gereja yang melayani (1), jelaskan apa yang dimaksud gereja yang melayani (1), jelaskan mengapa gereja tanpa marturia atau kesaksian pada dasarnya telah mati (2), jelaskan pengertian tugas gereja persekutuan, pelayanan, kesaksian, (1), jemaat bersaksi di gereja (2), jemaat yang bersaksi (5), jemaat yang bersaksi bagi Tuhan (1), jemaat yang melayani (5), Jemaat yg melayani (1), jerih lelahmu didalam tuhan tidak sia2 (1), jerih lelahmu tidak sia-sia (3), jerih lelahmu untuk Tuhan tidak ada yang sia-sia (1), judul setiap jalan salib yesus (1), karya Allah dalam gpib (1), kata-kata pengutusan tentang doa untuk dunia (1), katekisan adalah (1), keadilan yang tidak memandang muka (1), kecil dan menjengkelkan (1), kehadiran gereja untuk bersaksi adalah (1), kejadian 3:9 merencanakan kehadiran gereja (1), keluarga sebagai gereja mini (1), kemerdekaan keluarga kristen (1), kenangan bersama katekisan (1), kendala kehadiran kebaktian di sektor gereja (1), Kepemimpinan Kristen (1), Kepemimpinankristen (1), kesaksian jemaat tentang kebaikan Tuhan dalam jemaat (1), kesaksian pelayanan diakonia (1), Kesaksian,pesekutuan,melayani (1), ketegangan dalam gereja katolik tentang misi (1), khitbah peneguhan sidi baru (1), khotba peneguhanbsidi (1), khotba syukur pemuda kristen atas selesax peneguhan sidi (1), Khotbah tentang peneguhan sidi baru kristen (1), Khotbah anggota sidi baru (1), khotbah angkat sidi (1), Khotbah badai hidup (1), khotbah bagi sidi baru (1), khotbah bersaksi (1), Khotbah bersaksi tanpa bersuara (1), khotbah bersama dalam melayani (2), khotbah ciri-ciri gereja yang bersaksi (1), khotbah dipanggil untuk bersaksi (1), khotbah dukungan pasangan hidup dalam pelayanan (1), khotbah geraja menjadi berkat (1), khotbah gereja yang bersaksi (6), khotbah gereja yang melayani (1), khotbah gereja yg melayani (1), Khotbah GKJ: Awan menjadi tudung, api menerangi malam (2), khotbah hut bapak (4), khotbah hut pelayanan kategorial perempuan ke 65 (1), khotbah hut pkb (4), khotbah HUT Seorang Bapak (2), khotbah ibadah peneguhan sidi (1), Khotbah ibadah syukur sidi baru (1), khotbah jemaat yang bersaksi (1), khotbah katekisan (3), khotbah kej 1-27-28 (1), khotbah kristen gkjw peneguhan sidi baru (1), khotbah kristen kaum bapak (1), khotbah kristen memberdayakan umat untuk melayani (1), khotbah kristen tema bersaksi (1), khotbah kristen tentang peneguhan sidi (1), khotbah kristen ttg ibadah syukur (1), khotbah kristen ttg peneguhan sidi (1), khotbah kristen ttg sidi baru (1), khotbah kristen untuk peneguhan sidi (1), Khotbah Kristen untuk peneguhan sidi baru (1), khotbah lukas 8:21 (1), Khotbah Mazmur 150; 1- 6 (1), khotbah mengenai bersaksi dan melayani (1), khotbah mengenai menjadi jemaat yang melayani (1), Khotbah minggu tentang kelurga dan peneguhan sidi (1), khotbah orang sidi (1), khotbah pelayan yang bersaksi dalam gereja (1), khotbah peneguhan keluarga (1), khotbah peneguhan sidi (74), khotbah peneguhan sidi baru (12), khotbah peneguhan sidi jemaat (6), khotbah peneguhan.sidi (3), khotbah peneguhan.sidi naru (3), khotbah pengutusan ysng di berkati (1), khotbah pentakosta tentang gereja diutus menjadi saksi kristus (1), khotbah penutupan pelayanan (1), khotbah peran seorang aysh ditengah keluarga (1), khotbah pkb (1), khotbah prngutusan pendeta (1), khotbah selesai peneguhan sidi (1), khotbah sidi (9), Khotbah Sidi Baru (3), khotbah sidi jemaat (1), khotbah singkat untuk katekisan (1), khotbah syukur peneguhan sidi (8), khotbah syukur sidi (1), khotbah syukur sidi jemaat baru (4), khotbah syukuran sidi jemaat (1), khotbah tentang bersaksi (1), Khotbah tentang doa syukur sidi (1), khotbah tentang jemaat yang bersaksi (1), khotbah tentang orang muda yang sidi (1), khotbah tentang paduan suara (4), khotbah tentang paduan suara atau memuji Tuhan (1), khotbah tentang peneguhan sidi (9), khotbah tentang penutupan pelayanan (1), khotbah tentang tri tugas gereja (1), khotbah tri panggilan gereja (1), khotbah ttg peneguhan sidi (1), khotbah ulang tahun bapak (3), khotbah ultha pkb (1), khotbah untuk anak yang angkat sidi (1), khotbah untuk ibadah syukur sidi baru (1), khotbah untuk pelayanan paduan suara (1), khotbah untuk peneguhan sidi (1), khotbah untuk peneguhan sidi baru (12), khotbah untuk persekutuan bapak kristen (1), khotbah untuk persekutuan paduan suara (1), khotbah untuk sidi (6), Khotbah untuk sidi baru (1), Khotbah untuk yang sidi (1), khotbah*peneguhan sidi (1), Khotbah, I Petrus 2 : 1 - 10 Memberdayakan umat untuk melayani (1), Khotbah, I Petrus 2 : 5, Memberdayakan umat untuk melayani (1), khotbah: ciri-ciri wanita yang bersaksi bagi tuhan (1), khotbahtentangsepatu (1), kisah ayah mengantar anaknya sekolah (1), kliping tentang kesaksian gereja (1), koinonia dalam perspektif keluarga (1), koinonia sebagai ciri khas pelayanan gereja (1), Kotba ibadah bapa dan pemuda (1), kotbah jemaat bersaksi (1), kotbah jemaat yang melayani (1), kotbah kebaktian syukur sidibaru (1), kotbah kristen : memberdayakan umat untuk melayani (1), kotbah mengenai peneguhan (1), kotbah peneguhan (1), kotbah Peneguhan SIDI (2), kotbah sidi (1), kotbah sngkat sidi (1), kotbah ttg pengutusan (1), kotbah tugas pelayanan di greja (1), kotbahsyukurpeneguhansidi (1), Kristus di tengah badai di danau Galilea karya rembrandt van rijn (1), kualitas kesaksian dalam persekutuan (2), KUALITAS SEORANG PEMIMPIN MUDA DALAM ALKITAB (1), kuasa pentakosta (1), kudusnya hidup (1), lagu sidi pemuda (1), lagu pengutusan umat ketebusan (1), lagu tentang gereja yang bersaksi dan melayani di dunia (1), LGBT dalam prospektif iman kristen (1), lukas dan KPR merupakan kesatuan (2), maha kuasa Allah (1), makalah dari kosuke koyama (1), makalah gereja yang bersaksi (2), makalah perintah adil dan bertanggung jawab (1), makna berdaksi dan meyakini (1), Makna bersaksi dimiliki gereja (1), makna etika kepemimpinan kristen (1), makna gereja yang bersaksi (1), makna greja yang bersaksi (1), makna kenyamanan dalam menggenggam tangan (1), makna panggilan dan pengutusan gereja (1), makna pelayanan dan kesaksian oleh gereja GPIB (1), makna pengutusan gereja (1), makna pengutusan tuhan (1), maksud dan tujuan panggilan dan pengutusan gereja (1), Maksud dari bersifat partisipatif warga jemaat (1), maksud dari gereja yang bersaksi (1), maksud dari gereja yang melayani.? (2), maksud gereja dipanggil untuk bersaksi adalah (1), maksud gereja yang melayani (2), maksud gerja yang bersaksi (1), maksud pelayanan gereja tidak bersifat individual tetapi kolektif (1), malam refleksi peneguhan sidi (1), marturia berperan untuk (1), marturia,koinonia,diakonia gpib (2), masalah saat pemilihan pelayanan gereja (1), melayani adalah keharusan Yesus (1), melayani dalam jemaat (1), melayani dan bersaksi dalam kasih (1), melayani di dlam jemaat (1), memayu hayuning bawono (3), membangun gereja yang melayani (1), membangun paduan suara (1), membangun pelayanan bersama pasangan hiduo (1), memberdayakan umat untuk melayani jemaat dalam gereja (1), membina paduan suara gereja (1), mengapa gereja bersaksi (2), Mengapa gereja di sebut sebagai bersaksi (1), Mengapa gereja disebut bersaksi (1), mengapa gereja disebut sebagai bersaksi (1), mengapa gereja harus melayani dunia (1), Mengapa gereja harus melayani? (1), mengapa gereja itu harus melayani (1), mengapa keluarga disebut gereja mini (1), mengisi kemerdekaan dalam kristus (1), menguatkan genggaman tangan (1), meningkatkan kehadiran kaum bapak (1), Menjadi gereja yang melayani (1), menjadi jemaat yg bersaksi (2), menjafi seorang pelayan warga (1), menjelaskan hakikat kepemimpinan kristen (2), merdeka adalah (1), merdeka dalam Tuhan yesus (1), mewujudkan kesatuan keluarga dalam ikatan kasih (1), misi Gereja dalam KPR (1), misi seorang bapak yang baik (2), model baju peneguhan sidi (2), model baju putih untuk acara sidi (1), model baju untuk peneguhan sidi (4), motivasi pemimpin kristen adalah kasih (1), nehemia 9:21 (1), nengapa gereja harua melayani ? (1), nikah kristen (1), nyanyia mazmur (1), orang bertumbuh melalui bersaksi (1), paduan suara agape gpib immanuel bekasi (1), paduan suara kebenaran (1), pandangan paulus mengenai gereja adalah umat Allah (1), panggilan dan pengutusan gereja (5), panggilan dan pengutusan gereja yang ideal (1), Panggilan gereja untuk mau dan terus memberitakan perbuatan perbuatan allah yang besar, nampak dalam (1), panggilan greja bersaksi dan melayani (1), panggilan untuk paduan suara gereja (1), pangilan sebagai orang kristen (1), para diaken dan penatua harus pasangan suami istri (1), pdt alexius letlora (2), pdt. alex letlora (1), pelaksanaan di dalam keluarga sebagai gereja mini (1), pelayan yang memberdayakan, kristen (1), pelayanan dan kesaksian dalam perspektif (1), pemahaman para teolog mengenai puji-pujian sebagai anugerah (2), pembangunan jemaat (4), Pembinaan bagi Pelayan Tuhan (1), pembinaan istri pendeta (1), pembinaan penatua dan diaken (1), pemimpin yang baik menurut kristen (1), pemimpin yang bisa diandalkan oleh Tuhan (1), Pemuda nekat, idealis (1), penatua dan pasangannya (1), pendeta alex letlora (1), peneguhan sidi dengan pakaian berwarna putih (2), peneguhan sidi gpib (1), peneguhan sidi terjadi (1), Penerapan kepemimpinan kristen dalam Amsal 17:7-10 (1), pengalaman tentang keterlibatan umat di dalam gereja seperti koor (1), Pengertian dari gereja yang melayani (1), pengertian dari manusia bersaksi dan melayani dalam kristen (1), pengertian gereja dan pengutusan gereja (1), pengertian gereja harus bersaksi,gereja harus melayani (1), pengertian gereja melayani (1), Pengertian gereja secara fungsional (1), Pengertian gereja yang bersaksi dan melayani di dunia (1), pengertian gereja yang melayani (4), pengertian gereja yg melayani (2)

    Kategori Utama: Artikel (47), Catatan Refleksi (78), Download Materi (2), Khotbah (191), Photo Keluarga (35)