aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.



Catatan Refleksi:


Catatan Refleksi Catatan Refleksi
Selasa, 21 Agustus 2012
PERTUMBUHAN KUALITAS SUAMI-ISTRI KRISTEN. (Bag.1)
Pendahuluan.
 
Hidup sebagai suami - istri dalam rumah tangga Kristen adalah persekutuan yang diberkati dengan arah dan tujuan yang Tuhan sendiri rencanakan. Suami-istri yang selalu berlajar dalam suasana yang mematangkan relasi mereka merupakan harapan yang ideal. Namun dalam perjalanan rumah tangga Kristen tidak sedikit tragedi terjadi.

Tragedi dalam rumah tangga Kristen adalah ketika suami-istri mengalami kemacetan dalam masa pertumbuhan. Ada tragedi lain yang tidak begitu dipublikasikan tetapi sama menyedihkan. Ini adalah perceraian secara psikologis, yaitu pasangan yang tetap hidup bersama tetapi komunikasi di antara mereka sedikit sekali. Hubungan suami istri hancur, de yure suami istri, de facto pernikahan mereka telah mati. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Penyebab bisa bermacam-macam, mulai dari suami yang memiliki WIL alias wanita idaman lain atau istri yang menggandrungi PIL alias Pria idaman lain sampai persoalan yang seolah menjadi langganan seperti bencana alam di negeri kita yakni masalah ekonomi atau materi. Pertumbuhan bukan hanya s...


Catatan Refleksi Catatan Refleksi
04 Nopember 2011
SANTOSA MANDIK : ANTARA BARAS DAN JAKARTA
Tulisan ini untuk mengenang seorang pelayan Tuhan yang dalam kesahajaan mampu memperlihatkan pijar-pijar api semangat pelayanan di ruang GPIB. Saya mengenalnya sebagai sosok yang sederhana , sejak penulis melayani di pos pelayanan Baras. Periode Baras adalah periode pembentukan diri penulis melalui pengalaman unik dan membekas sebagai ruang untuk membangun kemampuan berteologi yang menukis pada "tanah". Dalam konteks ini saya berkesempatan untuk medampingi Pak Mandik yang kala itu seorang Sekretaris Majelis Sinode.

Pelembagaan Pos Pelayan Baras dimulai dengan perjalanan "iman" karena jalan yang kala itu aduhai untuk mengantar maut. Perjalanan iman ini berhenti di Baras III. Perjalanan iman seorang Mandik yang bisa tertawa di tengah-tengah kesulitan. Pelembagaan GPIB jemaat Pelita Baras, dirancang dengan publisitas yang minim tetapi membanggakan. Ini luar biasa sebab untuk pertama kali seorang sekretaris majelis sinode GPIB masuk ke Baras.

Baras menjadi "universitas terbuka untuk teologi kontekstual" yang melengkapi saya untuk "menyeberang" ke jakarta.Perjumpaan dengan Pak Mandik tetapi terjadi sekalipun ia sudah berada di Amerika.

Saya masih berkutat dengan berbagai upaya melnegkapi diri ketika terdengar kabar Pak mandik sudah kembali ke Indonesia. Maka relasi yang sudah ada semakin intens bersma dengan Pdt. Tendean dan Pdt. Kastanya ( alm ). Kota dingin Lawang menjadi area percakapan antar pelayan yang sarat dengan ...


Catatan Refleksi Catatan Refleksi
09 September 2012
Melayani Dalam Keadaan Baru (Roma 7 : 1 - 6)
Rasul Paulus melalui suratnya kepada jemaat di Roma hendak menyampaikan dua keyakinan utama yakni : Pengampunan dan Pembenaran.

Pengampunan dan Pembenaran adalah dua pesan yang muncul dan mewarnai seluruh surat Roma. Kasih Karunia dari Allah yang bersifat cuma-cuma ini menempatkan setiap orang percaya pada keadaan yang baru yakni berdasarkan iman kepada Yesus Kristus, setiap orang berdosa mengalami pembaruan oleh-Nya ( Roma 5 : 1 band pasal 3 : 9 - 10 ). Dalam Mazmur 32 dikemukakan bahwa permohonan raja Daud untuk dibenarkan bersumber dari kasih karunia Allah ( Maz. 32 : 1 dan 11 ).

Orang Kristen mendapat anugerah pengampunan dan pembenaran yang juga bertolak dari kasih karunia Allah didalam Yesus Kristus. Dalam kebenaran ( dikaiosune , Yun ) yang dikaruniakan Allah didalam dan melalui Yesus Kristus hendak dinyatakan pekerjaan Allah yang menempatkan umat-Nya dalam hubungan yang baik dengan-Nya. Orang dapat memasuki hubungan yang baik dengan-Nya karena percaya kepada Yesus Kristus yang diberitakan oleh Injil ( kabar baik ). Dalam Yesus Kristus manusia berdosa diampuni oleh Allah dan dari pihak manusia hanya diminta untuk mau menerima yang telah dilakukan Allah. Dalam konteks berpikir yang demikian maka pengampunan dan pembenaran manusia hanya bertolak dari inisiatif Allah. Manusia tidak dapat mengampuni dan membenarkan dirinya dihadapan Allah dengan mengandalkan kemampuannya sendiri ...


Catatan Refleksi Catatan Refleksi
16 Agustus 2011
KEMERDEKAAN ANTARA HARAPAN DAN KENYATAAN
Kembali kita peringati hari kemerdekaan. Sebuah hari penting yang memberi peluang bagi setiap insan untuk hadir dengan eksistensial. Kemerdekaan tidak hanya sebatas kemerdekaan secara ragawi dari kooptasi penjajah tetapi memiliki makna penting dalam ruang dan waktu. Kemerdekaan bukanlah sebuah cita - cita yang membumbung tinggi dari ranah kegelisahan dan frustrasi tetapi dibangun diatas kesadaran obyektif dan realistis bahwa manusia pada dasarnya sejajar dan setara dalam perspektif Tuhan.
Kemerdekaan yang kita rayakan saat ini adalah sebuah tugu peringatan tentang air mata dan darah yang mengkristal menjadi berlian yang berharga. Dalam konteks ini kemerdekaan tidaklah sekedar bebas tetapi kerja keras. Kecermatan dalam memahami sebuah kemerdekaan akan mengukir sebuah keyakinan bahwa kemerdekaan bersifat kekal.

Faktanya, absurditas kemerdekaan seolah menjadi roh yang menenggelamkan butiran-butiran berlian pada ranah gambut. Disini kemerdekaan lalu bergerak sebagai ritualisme yang berisi orasi hampa tanpa darah dan air mata. Ketika Tuhan tidak lagi diposisikan sebagai sang Maha maka makna kemerdekaan menjadi wilayah yang dipoles kosmetika palsu. Kita menghuni ruang yang merdeka tetapi sekaligus dibelenggu dengan gambut yang menyesakkan. alur berpikir demikian bertolak dari pemahaman bahwa sesungguhnya manusia secara fundamental tercipta dari kearifan dan kegeniusan Tuhan. Rencana dan karya-Nya membuka peluang untuk memberi makn...


Catatan Refleksi Catatan Refleksi
21 Juli 2011
TERUNA GEREJA DAN GLOBALISASI
Pendahuluan.
Gereja yang berada di era globalisasi merupakan kenyataan yang tidak dapat dipungkiri. Era dimana situasi dunia semakin transparan dan sekat-sekat budaya semakin hilang serta membaur, melebur dan saling mempengaruhi. Sebagai persekutuan yang hidup maka gerejapun perlu mengantisipasi perubahan cepat sebagai implikasi dari globalisasi. Sebuah paradima baru dimana gereja menyadari bahwa konteks yang terus berubah memerlukan perubahan juga pada diri gereja. Perubahan itu nampak dari sikap gereja mengantisipasi era globalisasi dengan arif dan bijak. Maksudnya ialah tanpa kesadaran untuk membangun paradigma baru pemberitaan kabar sukacita, gereja akan kehilangan jatidirinya sebagai gereja yang hidup.
Hal ini berangkat dari pemikiran teologis bahwa Allah mengasihi dunia dengan kasih yang besar ( Yoh. 3 : 16 ). Dalam rangka itu maka setiap orang percaya terpanggil menjadi saksi kasih Allah yang besar itu. [1] Dunia ini adalah dunia yang bermasalah tetapi tetap dikasihi Allah sehingga gereja yang tidak menghayati kehadirannya di dunia adalah gereja yang kehilangan jatidirinya. Dengan berada dipusat dunai berarti didalam kedalaman dan ambil bagian dalam pergumulan-pergumulan dunia. Inilah geeja yang sadar konteks dan tetap konseptual dalam menjawab konteks.

Dalam kaitannya dengan Persekutuan Teruna maka perubahan sebagai akibat erat globalisasi memerlukan keberanian juga untuk berubah. Sebab dengan merubah para...



Catatan Refleksi Halaman :
1

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th
Saya adalah Pendeta di Jemaat FILADELFIA, Bintaro. Melayani selama 30 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 26 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.
MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN
SEPATU YANG BERLUBANG
TUJUAN KETERPILIHAN MANUSIA
`SUAMI-ISTRI YANG DIKAGUMI DAN DICINTAI`


Sub Kategori :

    Last Searches:

    Kategori Utama: Artikel (45), Catatan Refleksi (78), Download Materi (2), Khotbah (181), Photo Keluarga (34)