aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

View : 14942 kali

Artikel
Jumat, 11 Desember 2015
10 Hukum Perkawinan Kristen
Pdt. Alexius Letlora

10 Hukum Perkawinan Kristen

1. Kualitas relasi suami-istri sangat ditentukan oleh tinggi atau rendahnya derajat penyerahan. Dalam hal ini peyerahan diri tidak dilihat sebagai korban tetapi sebagai persembahan. Artinya relasi suami-istri menjadi bentuk nyata dari derajat penyerahan (Kej.2:22).

2. Konflik bisa saja terjadi, tetapi konflik yang sehat semakin mencerdaskan pasangan. Kecerdasan dalam setiap konflik akan menghasilkan pribadi yang mampu mewujudkan "turning war into peace". Life"s greatest meaning is not found in getting but in giving. Suami yang hebat adalah suami yang bertumbuh bersama istri demikian sebaliknya.

3. Miliki keyakinan yang jernih bahwa ukuran bagi rumah tangga Kristiani adalah Firman Tuhan dan bukan yang lain. Perjumpaan Zakheus dan Yesus di Lukas 19:6 adalah contoh betapa kuatnya sebuah keyakinan yang baik kemudian mengkristal dalam tindakan. Semua berawal dari keyakinan Yesus dan tanggapan Zakheus.

4. Hindari kekerasan dalam keluarga. Hal ini berlaku untuk setiap suami sebab kekerasan terhadap perempuan dan anak adalah penghinaan terhadap ciptaan Allah. Kekerasan tidak selalu dalam bentuk fisik tetapi juga dalam bentuk psikis. Hindari kata-kata tidak bermutu terhadap pasangan anda sebab Tuhan menghadirkannya sebagai anugerah.

5. Suami-istri Kristiani bukanlah pribadi yang sempurna dan karenanya kejarlah kesempurnaan itu seperti seorang olahragawan yang terus berlatih untuk memperoleh yang terbaik dalam pertandingan iman. Mengakui keterbatasan diri adalah pintu masuk menuju kematangan diri yang elok dan rupawan. Jangan hanya bisa kritik pasangan tanpa pernah berani mengakui kekeliruan diri sendiri.

6. Komitmen suami-istri tidak dibangun dengan pemahaman "owner property". Pasangan adalah individu dan bukan property sehingga tidak pantas diperlakukan sebagai "sesuatu" dan bukan "seseorang". Artinya setiap pasangan saling melayani dan memahami keunikan yang dimiliki.

7. Ambil waktu untuk berdua saja. Lionel Richie terkenal dengan salah satu hit "Hello" tahun 80-90an, sekarang ini Adele juga merilis lagu dengan huruf yang sama, judul yang sama "Hello". Artinya relasi suami-istri perlu terus di "re-fresh" sehingga cinta kasih tidak dingin dan membeku tetapi tetap penuh kehangatan. Bilang Hello kepada pasangan dipagi hari lalu lihat reaksinya.

8. Suami-istri Kristen adalah pengkhotbah yang luar biasa sebab mereka tidak berkhotbah dengan kata-kata tetapi dengan perilaku. Suami-istri Kristiani berkhotbah dengan gesture tubuh yang alamiah dan tidak dibuat-buat. Maka luangkan waktu untuk menyatakan "you will always on my mind", sebab ketika pikiran yang sehat mendominasi kehidupan maka tindakan yang menyehatkan menjadi nyata.

9. Yesus selalu mengulurkan tangan dan berkata Aku mau (contoh: Matius 8:1-4). Artinya jangan pernah ragukan kemauan-Nya untuk mengantar ke masa depan dan membebaskan dari masa lalu. Maka suami-istri perlu menatap hari esok dan tidak terikat pada masa lalu. Percayalah bahwa Tuhan punya rencana besar melalui kehidupan perkawinan Kristiani, sebab jika Ia terlibat dalam perjanjian nikah maka setiap peristiwa yang dialami adalah peristiwa besar. Jangan anggap rendah pernikahan sebab Ia tidak pernah merendahkan pernikahan Kristen.

10. Last but not least, Firman Tuhan adalah pelita untuk menuntun suami-istri mewujudkan hukum 1-9. Jangan lelah untuk merenungkan firman Tuhan dan menerapkan dalam hidup. Hindari dendam pada pasangan sebab itulah awal dari memandamkan pelita yang bersinar. Cerdaslah membaca tanda jaman supaya tetap up-date tanpa kehilangan identitas sebagai suami-istri Kristiani. Mulai sekarang jangan lupa sampaikan pada pasangan "you look wonderful"....selamat menikmati hidup pernikahan.


Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Maranatha” Surabaya




Arsip :

Arsip ..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Maranatha” Surabaya.

Telah Melayani selama 33 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 32 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN
TUJUAN KETERPILIHAN MANUSIA


Sub Kategori :

    Last Searches:

    Kategori Utama: Artikel (52), Catatan Refleksi (83), Download Materi (2), Khotbah (268), Photo Keluarga (41)