aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

View : 1229 kali

Catatan Refleksi
Rabu, 07 Juli 2021
Kolose 3: 23
KELUARGA, HARGANAS DAN PIALA EROPA
Pdt. Alex Letlora

KELUARGA, HARGANAS DAN PIALA EROPA


Hari Keluarga Nasional tahun ini dirayakan dalam kondisi yang mencemaskan karena covid-19 varian delta yang sedang "mengamuk" di Indonesia. Pada Hari Keluarga Nasional ini ada banyak keluarga yang sedang meratap karena meninggalnya anggota keluarga. Keluarga yang sedang berjuang di tengah lunglainya anggota keluarga yang terpapar dan terdampak.

Di tengah beragam kecemasan yang sedang dipubilikasi atas nama tranparansi informasi maka setiap keluarga harus bisa beradaptasi dengan situasi sulit yang tidak terhindarkan. Maka di Hari Keluarga Nasional ini perlu digaungkan terus sikap optimis untuk tidak mengabaikan akal sehat bahwa covid -19 memang ada tetapi nilai sebuah keluarga tidak dapat digerus oleh virus covid -19.

Keluarga sebagai komunitas yang turut memengaruhi komunitas adalah keluarga yang siap untuk menghadapai dua hal penting yakni:

1. Perubahan. Dewasa ini keberadaan keluarga memang sedang menghadapi tantangan serius baik dari dalam keluarga itu sendiri maupun dari luar. Dari dalam keluarga perubahan yang terjadi adalah perubahan cara pandang setiap pasangan. Suami perlu merubah cara pandangnya bahwa suami bukan saja "economy provider" tetapi suami juga adalah pilar penting yang bertanggungjawab atas semakin baiknya kehidupan keluarga. Apakah artinya suatu keberhasilan tanpa disertai dengan kesejahteraan keluarga. Di samping itu perubahan peran perempuan atau istri dalam keluarga harus diterima sebagai keniscayaan. Hal ini bertolak dari pemahaman bahwa setiap individu bukan hanya laki atau perempuan punya hak yang sama membangun ketahanan lembaga keluarga. Maka cara pandang yang harus dibangun adalah cara pandang tentang fungsi keluarga disertai hakikat dari keluarga itu sendiri. Fungsi keluarga bukan saja bergerak dalam alur yang normatif tetapi harus selalu didasarkan pada pemahaman fundamental bahwa keluarga Kristiani hadir dalam solidaritas dengan sesama.

2. Tantangan. Perubahan bisa menghadirkan harapan tetapi sekaligus juga bisa mengancam. Hal ini penting dipahami karena setiap keluarga yang tidak siap dengan tantangan akan terancam. Tantangan keringnya komunikasi di media sosial, tantangan semakin lunturnya kekerabatan dan tantang gaya hidup yang semakin egois menjadikan keluarga dalam kondisi harus bertahan dengan sungguh-sungguh.



Maka pemikiran berikut bisa menjadi bagian perenungan bersama di Hari Keluarga Nasional 2021 yakni: soal kepemilikan (ownership). Pasangan bukanlah dalam perspektif "kepemilikan" sebab pasangan adalah milik Tuhan. Pandangan ini jika diterapkan dengan sungguh-sungguh akan menggembirakan sebab perlakuan terhadap pasangan adalah perlakuan terhadap sang pemilik yankni Tuhan (band. Kolose 3: 23)

Anak-anak bukanlah "milik" orangtua sebab mereka adalah milik Tuhan sebagaimana pernyataan saat sakramen baptisan (band. Yes. 43:1b). Dengan pemahaman demikian maka kehadiran setiap anggota keluarga selalu bermuara pada pertanggungjawaban di hadapan Tuhan kelak.

Kegembiraan Piala Eropa dimasa pandemi ini tetap membahana sekalipun protokol kesehatan harus dipenuhi. Ada tim Belanda yang mengikut tim lain pulang kenegeranya dengan sedih (Portugal juga, sampai-sampai ban kapten dibuang dan ditendang Ronaldo) namun sportifitas tetap harus dijaga dan solidaritas tetap hidup. Itulah semangat PialaEropa, dan semangat itu juga yang selalu membara di tengah setiap keluarga yakni sportifitas yang dijunjung tinggi (mohon maaf bukanlah hal tabu) tapi solidaritas juga tetap terjaga (satu dengan lain saling mendoakan). Maka di Hari Keluarga Nasional ke-28 tahun 2021, tetaplah gembira dan tidak hanyut oleh berita mencemaskan. Tetaplah menggunakan akal sehat agar sportifitas dan solidaritas tetap terjaga. Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah setiap keluarga tidak pernah sia-sia.


Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Maranatha” Surabaya




Arsip Catatan Refleksi:

Selasa, 21 Februari 2023
SUAMI-ISTRI ANTARA BUKIT ZAITUN HINGGA MARANATHA

Sabtu, 24 Desember 2022
DAMAI YANG DIRAYAKAN SEMESTA

Sabtu, 04 Juni 2022
GARAM DAN TERANG DALAM PERSPEKTIF BULAN PELKES

Jumat, 31 Desember 2021
PIKIRAN ARIF DIAKHIR TAHUN

Rabu, 22 April 2020
NYANYIAN MUSA NYANYIAN KEHIDUPAN

Rabu, 13 Nopember 2019
HIDUP SEBAGAI TANDA KESAKSIAN

Selasa, 29 Oktober 2019
TOLSTOY DAN GPIB TENTANG CINTA (Renungan HUT GPIB Ke-71 31Okt 1948 - 31 Okt 2019)

Jumat, 06 September 2019
WARISAN UNTUK ANAK-ANAK KITA

Minggu, 23 Juni 2019
KELUARGA YANG BIJAKSANA

Sabtu, 05 Januari 2019
WAKTUNYA TAMPIL DI MUKA UMUM

Arsip Catatan Refleksi..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Maranatha” Surabaya.

Telah Melayani selama 33 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 32 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN
TUJUAN KETERPILIHAN MANUSIA


Sub Kategori Catatan Refleksi:
Last Searches:

Kategori Utama: Artikel (52), Catatan Refleksi (83), Download Materi (2), Khotbah (270), Photo Keluarga (43)