Dibaca : 33450 x
KhotbahMinggu, 30 Juni 2013 Pengkhotbah 3:16-22 KETIKA KETIDAKADILAN MENJADI HAL BIASA (Pkh. 3:16-22)

Sahabat-sahabat yang terkasih dalam Tuhan Yesus,
Berjumpa dengan ketidakadilan adalah hal yang harus diwaspadai dan dihindari sebab siapakah yang sudi dan rela mendapat perlakuan tidak adil? Secara umum berlaku pemahaman bahwa ketidakadilan adalah hal yang harus dihindari bahkan dijauhi, namun tidak pernah ada jaminan bahwa keadilan dapat diwujudkan dan ketidakadilan dapat dimusnahkan. Kita berada di dunia dengan berbagai ketidakadilan yang diperlihatkan di semua ruang kehidupan. Keadilan yang seharusnya terjadi di ruang pengadilan justru sebaliknya yang terjadi adalah ketidakadilan.
Ketika ketidakadilan terjadi hal itu bertolak dari penyelewengan kekuasan yang dilakukan dengan terencana. Ketidakadilan tidak dengan begitu saja hadir sebab ia harus dipikirkan dengan strategi jitu dan mutakhir agar dapat diberlakukan.
Keadilan dapat saja tampil dengan kekuasaan yang besar sehingga keadilan menjadi tidak berarti. Kekuasaan dengan perilaku ketidakadilan dapat saja membahana di ruang-ruang kehidupan kita sehingga keadilan seolah kemustahilan.
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,
Dalam konteks inilah sang pengajar yakni pengkhotbah hendak mengemukakan pandangannya yang tidak berlaku umum. Putus asa dapat saja dialami oleh mereka yang diperlakukan tidak adil, hilang harapan dapat saja dialami oleh mereka yang dizalimi tetapi tetap ada waktu dimana keadilan Tuhan diwujudkan dan dinyatakan (ayat 17). Ketika Allah yang mengadili setiap orang bertindak dalam kekuasaan yang absolut maka terjadilah sebuah pembalikan dari ketidakadilan menjadi keadilan karena Ia terhina dengan kejahatan (Amsal 14:2). Maka jarak waktu antara ketidakadilan dan keadilan Allah adalah jarak waktu yang berbeda bagi setiap orang. Bias saja waktu keadilan dinyatakan terasa sangat panjang namun yang pasti adalah waktu keadilan Allah akan diberlakukan.
Sang pengajar yakni penghotbah memiliki alasan yang kuat tentang akan hadirnya keadilan Allah yakni :
1. Ayat 18-21. HIDUP ITU SINGKAT. Pada bacaan ini pengkhotbah mau menyatakan bahwa manusia seperti binatang (dalam hal ini adalah sapi atau kerbau) yang berkerja kesana dan kemari dalam kesibukan dan keduanya memiliki waktu yang terbatas. Maka manusia perlu menyadari bahwa dalam semua karyanya ia dibatasi oleh waktu sehingga kehidupannya akan dipertanggungjawabkan kelak (Roma 14:12) dan tidak ada yang tersembunyi dihadapan Allah (Ibr.4:13). Dengan pemahaman yang demikian maka kehadiran setiap manusia dengan hal jahat pada masa kini dapat saja dianggap lolos tetapi pertanggunganjwab kelak akan diberikan dihadapan kekudusan Allah.
Karena itu keadilan harus diwujudkan dalam ruang yang Tuhan masih anugerahkan kepada kita. Keadilan yang identic dengan kebenaran sebab pada dasarnya adil dan benar selalu berjalan bersama. Maka kehadiran sebagai pribadi yang adil dan benar adalah pribadi yang selalu diterangi oleh kebenaran firman Tuhan (2 Taw. 6:17). Jika hidup itu singkat maka singkatnya hidup harus selalu terisi oleh nafas keadilan dan karya kebenaran. Melalui perilaku yang selalu hadir dalam kerendahan hati maka seseorang dimungkinkan terus mengalami tuntunan karya Allah yang adil dan benar.
Maka nasihat pertama bagi kita ialah jangan pernah putus asa dalam ketidakadilan manusia sebab kita peunya Allah yang hidup dan mengadili dalam kebenaran.
2. Ayat 22. BERGEMBIRA DALAM PEKERJAAN
Jika manusia memahami bahwa ketidakadilan bukan hal baru pada masa kini dan akan terus berlangsung, apakah yang dapat diperbuat manusia. Sangan pengajar ayakni Pengkhotbah menyatakan bahwa bergembira dalam pekerjaan. Pengkhotbah mengajar bahwa dengan memandang kem asa depan yakni keadilan dan kebenaran Allah pasti terwujud maka itulah yang mendominasi hidup masa kininya. Hidup masa kininya diliputi oleh kegembiraan yakni kepastian masa depan.
Ketidakadilan bias saja membuat semangat menjadi lemah dan kegembiraan hilang dari kehidupan kita, namun dalam kepastian masa depan firman Tuhan mendorong kita untuk terus bergembira dalam pekerjaan. Seluruh pekerjaan yang Tuhan percayakan harus ditanggapi dengan gembira sekalipun dalam pekerjaan itu kita berjumpa dengan ketidakadilan. Antusiasme kita tetap utuh dalam bekerja sebab ketika kematian dating menjemput kita tidak dapat lagi memperbaikinya sehingga berujung pada ratapan dan kertak gigi (Mark 13:50).
Melalui firman Tuhan ini kita diundang untuk memasuki hidup yang berarti dan bermutu agar sesudah kematian kita tidak mengalami kertak gigi tetapi kegembiraan.
Sahabat-sahabat yang terkasih dalam Yesus Kristus,
Kita semua bias mengalami ketikadilan dan ketidakbenaran. Ketik untuk hidup benar kita bias dipojokkan dan dihina tetapi kita paham benar bahwa pada waktunya Tuhan akan bertindak. Kita mengalami ketidakadilan dan berubah mengalami berkat-Nya. Kita mengalami ketidakbenaran dan akan berubah menjadi kegembiraan. Bisa saja ketidakadilan dianggap biasa tetapi keadilan Tuhan sungguh luar biasa.
Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita mewujudkan keadilan dan kebenaran tidak akan sia-sia. Amin.

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|